Ketum SOKSI: Waspada Politik Adu Domba
Jumat, 21 Mei 2021 | 22:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum (ketum) Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Ahmadi Noor Supit meminta seluruh komponen bangsa untuk mewaspadai politik adu domba. Menurut Ahmadi, situasi politik di Indonesia masih cukup mengkhawatirkan.
"Politik adu domba ini pernah menjadikan Indonesia dijajah selama 350 tahun. Dipertentangkan satu suku dengan suku lain satu budaya dengan budaya lain politik dengan politik lain," kata Ahmadi di Jakarta, Jumat (21/5/2021).
Ahmadi menyampaikan itu saat tasyakuran dan halalbihalal dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-61 SOKSI pada 20 Mei 2021. Acara dihadiri oleh ratusan pengurus dan kader SOKSI dari tingkat nasional dan daerah melalui daring dan luring dengan protokol kesehatan yang ketat.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Dewan Pembina SOKSI Bobby Suhardiman, Ketua Dewan Kehormatan SOKSI Oetojo Oesman, Ketua Dewan Pertimbangan SOKSI Prof Thomas Suyatno, Ketua Dewan Pakar SOKSI Prof Bomer Pasaribu, Sekjen Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun, dan Bendahara Umum Depinas SOKSI Robert J Kardinal.
Ahmadi menuturkan ada upaya seolah-olah masyarakat saling menyalahkan dan merasa benar. Mulai di tengah partai politik (parpol), organisasi kemasyarakatan, bahkan pada ikatan keagamaan. Sikap yang kerap mencuat yakni saling menyalahkan.
"Ini sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Saya katakan apakah memang ada yang ingin melakukan politik divide et impera atau adu domba, memecah bangsa ini, membuat pertarungan di antara parpol, organisasi dan lainnya. Meresahkan saling curiga satu sama lain. Ini adalah situasi yang harus segera diselesaikan," ujar Ahmadi.
Ahmadi menambahkan SOKSI harus secara jeli dan pandai melihat situasi ini. Ditegaskan, SOKSI tidak boleh berdiam diri, karena dikhawatirkan kondisi politik seperti itu akan terus berjalan.
Ahmadi mengapresiasi kehadiran para senior-senior SOKSI yang meskipun sudah sepuh, tetapi senantiasa memberikan semangat dalam menjalankan organisasi pendiri Partai Golkar itu.
"SOKSI memberikan semangat yang luar biasa bagi para kadernya. Energi SOKSI itu kuat sehingga menjadikan umur panjang. Yang kesoksiannya diragukan tidak tahu usianya panjang atau tidak," kata Ahmadi.
Menurut Ahmadi, para senior begitu bangganya sebagai kader SOKSI, sehingga memiliki pedoman dan pegangan yang kuat.
"Dengan itu mereka mengetahui bagaimana cara mengabdi kepada bangsa dan negara. Para kader SOKSI di daerah merasakan bangga sekali menjadi bagian dari SOKSI," ucap Ahmadi.
Lebih lanjut, Ahmadi mengatakan Supit mengatakan, kader-kader SOKSI memiliki tanggung jawab moral dalam menata karyawan, buruh, dan seluruh pihak yang ingin bekerja dan berkarya.
"Itu mungkin yang harus kita berikan pikiran. Jika kita lakukan dengan sepotong-sepotong, yang terjadi pikiran itu mendapat bantahan dari orang yang merasa maju yang mengadopsi tanpa melihat kondisi di indonesia," ujarnya.
Ahmadi menyatakan cara berpikir masyarakat sehari-hari di Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan lainnya berbeda-beda.
"SOKSI harus berani jujur menyampaikan kondisi Indonesia saat ini. Jangan dibiasakan berpikir dan menyampaikan sesuatu yang tidak pasti," tegasnya.
Ahmadi mengatakan berkembang isu masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Padahal, konstitusi yang berlaku saat ini masa jabatan presiden hanya dua periode. Meski begitu, menurut Ahmadi, secara politik bisa saja ketentuan itu diubah, sehingga membuat masa jabatan presiden menjadi tiga, bahkan empat periode.
"Tapi secara konstitusional sekarang yang berlaku dua kali presiden. Artinya akan ada presiden baru pada 2024 nanti. Sesuai dengan konstitusional yang berlaku," demikian Ahmadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




