Data Buruk, Pasien Terpuruk, Kisruh BPJS PBI Ancam Ratusan Ribu NyawaSumber: Mediakaltim.com
DI BALIK perubahan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional, terdapat ancaman sunyi yang jarang terdengar. Ratusan ribu pasien penyakit kronis yang hidupnya bergantung pada layanan medis rutin. Bagi pasien gagal ginjal, kanker, penyakit jantung, hingga thalassemia, keterlambatan atau terhentinya layanan bukan sekadar soal administrasi, melainkan soal hidup dan mati.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta keras tersebut dalam rapat bersama DPR, Senin (9/2/2026). Ia menyebut, pasien cuci darah yang tidak mendapatkan layanan selama satu hingga tiga minggu berisiko meninggal dunia. Dengan jumlah pasien cuci darah mencapai sekitar 200 ribu orang dan penambahan 60 ribu kasus baru setiap tahun, setiap gangguan pada skema pembiayaan kesehatan berpotensi berujung pada tragedi kemanusiaan.
Di tengah polemik publik soal keluarnya peserta dari PBI, pemerintah justru menghadapi persoalan yang lebih besar. Bagaimana memastikan subsidi negara tepat sasaran tanpa memutus layanan kesehatan bagi kelompok paling rentan. Dilema inilah yang mendorong Kementerian Kesehatan mengusulkan reaktivasi otomatis PBI secara sementara, sembari membuka kembali perdebatan tentang batas kebijakan fiskal dan tanggung jawab negara atas nyawa warganya.
Data Buruk, Pasien Terpuruk, Kisruh BPJS PBI Ancam Ratusan Ribu Nyawa
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
Turis Kanada Anjlok 3 Juta, Bisnis Perbatasan New York Terpukul Hebat
1
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




