Biaya Hidup Kubar Selangit, Kemendagri Sentil OPD yang Masih Kerja Sendiri-SendiriSumber: Nusantara Terkini
SENDAWAR – Angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang mencapai 9,56 persen atau sekitar 13.000 jiwa memicu perhatian serius pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak Pemerintah Kabupaten Kubar segera meninggalkan pola kerja “ego sektoral” demi menekan angka kemiskinan dan biaya hidup yang kian mencekik.
Analis SDM Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Ira Hayatunisma, menyebut kemiskinan sebagai akar masalah berbagai persoalan sosial di Kubar, mulai dari rendahnya daya beli hingga kasus stunting. Ia menyoroti fakta bahwa garis kemiskinan di Kubar mencapai Rp738.000 per kapita per bulan, angka yang jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Di Kubar, uang Rp700 ribu itu sangat kecil, nilainya hampir sama dengan Rp300-400 ribu di Jawa. Masalahnya, banyak warga yang masuk kategori working poor—mereka bekerja, tapi penghasilannya pas-pasan karena makelar menguasai rantai distribusi,” ujar Ira dalam FGD Strategi Penguatan SDM di Aula ATJ, Kamis (12/2/2026) lalu.
Potong Rantai Distribusi Lewat Koperasi
Biaya Hidup Kubar Selangit, Kemendagri Sentil OPD yang Masih Kerja Sendiri-Sendiri
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
1
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




