Jelang Imlek, Perajin Lilin di Punggur Kecil Tetap Bertahan di Tengah Tantangan PasarSumber: Suarakalbar.co.id
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Perayaan Imlek identik dengan ornamen bernuansa merah dan emas, termasuk lilin berukuran besar yang dinyalakan di rumah maupun tempat ibadah. Bagi masyarakat Tionghoa, lilin Imlek tidak sekadar berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam, melambangkan harapan, doa, dan keberuntungan di tahun yang baru.
Perajin lilin imlek Susanto mengatakan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kesibukan tampak di rumah produksi lilin miliknya di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya. Aktivitas pembuatan lilin terus digencarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang perayaan.
“Di tengah persaingan produk modern dan fluktuasi harga bahan baku, kami tetap bertahan dan memproduksi lilin sepanjang tahun. Produksi tidak hanya dilakukan saat menjelang Imlek, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi konsumen tetap,” kata Susanto Senin (16/02/2025) siang.
Jelang Imlek, Perajin Lilin di Punggur Kecil Tetap Bertahan di Tengah Tantangan Pasar
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
Turis Kanada Anjlok 3 Juta, Bisnis Perbatasan New York Terpukul Hebat
1
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




