DKI Akan Pasang Palang Pintu Otomatis Busway di 70 Titik

Jumat, 22 Maret 2013 | 20:11 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Sebuah bus Transjakarta baru dengan merk Zong Thong Bus saat akan diparkir di sebuah kawasan di Jakarta Barat.
Sebuah bus Transjakarta baru dengan merk Zong Thong Bus saat akan diparkir di sebuah kawasan di Jakarta Barat. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Dalam upaya meningkatkan pelayanan bus Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta akan memasang palang pintu otomatis sebanyak 70 titik di seluruh koridor busway.

Tidak hanya itu, palang pintu otomatis tersebut akan disinergikan dengan on board unit (OBU) yang dipasang pada 450 armada busway yang baru.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan adanya sinergitas antara palang pintu otomatis dengan OBU, diharapkan dapat mengurangi pelanggaran yang kerap dilakukan pengendara kendaraan bermotor pribadi. Serta menjaga sterilisasi jalur busway yang seringkali dilintasi kendaraan bermotor pribadi dan umum.

"Di lapangan saat ini palang pintu yang dijaga oleh petugas ditemukan masih banyak kekurangan dan pelanggarannya. Kalau yang jaga petugas, ketika ada atasan atau pejabat lewat dan meminta untuk dibukakan, pasti petugasnya takut," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (22/3).

Selain OBU dan palang pintu otomatis, lanjutnya, juga akan dipasang closed-circuit television (CCTV) di setiap palang pintu. Jadi, apabila ada kendaraan yang masih nekat masuk akan segera mungkin terekam dan masuk dalam proses tilang.

"Jadi, jika tetap terobos akan difoto, lalu tersambung ke STNK untuk didata tilang. Jadi itu sistem yang akan kita buat," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono menyatakan, pemasangan palang pintu otomatis akan menggantikan palang pintu manual yang kini sudah ada di beberapa jalur bus Transjakarta. Seperti di Sudirman-Thamrin, Salemba, Matraman, Ragunan, Otista, Manggarai, Mampang akan diganti dengan palang pintu otomatis.

Penggantian palang pintu ini, lanjut dia, untuk memudahkan kinerja dari dari petugas yang berjaga, serta mengurangi pelanggaran yang kerap ditemui dijalur busway. Tak hanya itu, palang pintu otomatis juga dapat mengurangi kecelakaan, karena banyak pengendara yang masuk mengganggu dan membahayakan jalannya bus Transjakarta.

"Kami berharap dengan adanya palang pintu otomatis ini sterilisasi jalur busway dapat terjamin. Sehingga waktu perjalanan dan tiba di setiap halte pun bisa dipastikan. Ada 70 titik (kemacetan) yang akan diutamakan untuk pemasangan palang pintu ini. Dan kerap menggangu jalannya bus Transjakarta," paparnya.

Sedangkan OBU, tidak hanya berfungsi untuk membantu tutup bukanya palang pintu otomatis, tetapi juga bisa membantu operator mengetahui posisi bus yang tengah beroperasi di setiap koridornya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon