Rusuh Cianjur, Polri Bantah Ada Korban Tertembak

Rabu, 26 Juni 2013 | 19:16 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Ilustrasi anggota polisi siaga menangkal kerusuhan.
Ilustrasi anggota polisi siaga menangkal kerusuhan. (AFP)

Jakarta - Pihak Mabes Polri membantah jika tindakan tegas yang diambil oleh petugas pengendali massa (Dalmas) Brimob Polda Jawa Barat (Jabar) terhadap ratusan massa yang berbuat rusuh di kantor PT Megatop, Cidaun, Cianjur, Jabar, telah menyebabkan adanya korban yang tertembak.

"Sampai dengan saat ini, tidak ditemukan adanya korban luka tembak baik (terkena) peluru karet maupun tajam, karena pada saat penanganan unjuk rasa petugas Dalmas tidak menggunakan peluru. Untuk membubarkan massa, petugas menggunakan tembakan peringatan dengan gas air mata," kata Asisten Operasi Polri, Irjen Badrodin Haiti, kepada Beritasatu.com, Rabu (26/6).

Jenderal bintang dua itu menceritakan jika petugas yang diterjunkan ke lokasi yang berada di Cidaun --sekitar 120 km arah Selatan Cianjur-- berasal dari Polres Cianjur, Polres Sukabumi kabupaten dan kota, serta dari Brimob Jawa Barat yang bermarkas di Cipanas.

Untuk diketahui, peristiwa ini terjadi Selasa (25/6) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Unjuk rasa dilaporkan dilakukan oleh gabungan masyarakat Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, serta LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparat Negara), dengan jumlah massa sekitar 800 orang yang dipimpin Asep Samudra dan Jimmy.

"Mereka datang ke kantor pertambangan (pasir besi) PT Megatop di Kampung Sukapura, Cidaun. Tapi, aksi yang semula damai, berubah menjadi anarkis ketika perwakilan massa diundang untuk dialog. Massa terus melempari kantor PT Megatop dengan batu," beber Badrodin.

Dikatakan oleh Kapolda Sumut ini, aksi itu lantas menyebabkan kerusakan pada bangunan kantor serta 3 unit kendaraan yang diparkir. Meski massa akhirnya berhasil didorong keluar oleh petugas ke luar lingkungan perusahaan, namun aksi anarkis tetap berlangsung.

"Massa juga mendobrak pagar seng dan membakar aluminium yang disimpan di gudang. Pukul 13.00 WIB, datang gelombang massa susulan sekitar 200 orang dari arah Sindangbarang, Agrabinta dan Kadupandak. Mereka terus merangsek dan membakar mesin genset," imbuh Badrodin.

Akhirnya, masih menurut Badrodin, petugas Dalmas mendorong massa sampai ke jalan raya, hingga sempat terjadi bentrok fisik. Sebanyak 15 orang anggota polisi pun disebutkan menjadi korban lemparan batu, sementara sekitar tiga orang dari massa juga menjadi korban. Mereka adalah Tibyan yang mengalami luka lecet di dada sebelah kanan, Asep luka lecet di dada sebelah kiri, dan Mustopa yang luka lecet tangan kanan.

"Jadi, (soal) ada massa yang tertembak, itu hanya isu. Sekarang situasi sudah kondusif," tutup Badrodin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon