KPK Akui Alokasikan Dana ke ICW
Senin, 8 Juli 2013 | 13:43 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui bahwa pihaknya mengalokasikan dana kepada LSM seperti ICW, melalui sejumlah program edukasi dan pemberdayaan masyarakat antikorupsi.
Hanya saja, KPK juga menekankan bahwa pihaknya tidak terkait dengan kinerja ICW yang merilis 36 nama caleg antikorupsi, di mana di dalamnya terdapat nama putra Presiden Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua DPR Marzuki Alie.
Seperti disampaikan Ketua KPK, Abraham Samad, tidak ada dana yang secara langsung diberikan KPK kepada ICW. Yang ada hanyalah anggaran berbentuk program-program pemberdayaan.
"Fitnah saja itu kalau ada yang mengatakan kami memberikan finansial atau materi kepada organisiasi tertentu. Kami berikan program. Program itu sebenarnya program edukasi dan pecerahan," jelas Abraham di Jakarta, Senin (8/7).
Apabila KPK dituding menjadi pemberi dana di balik rilis ICW soal 36 nama itu, hal demikian sama saja artinya KPK sudah difitnah.
"Wajar lah biasa kalau kami difitnah, tak apa-apa. Semakin banyak orang memfitnah semakin banyak amal kami naikkan di Ramadhan ini," tandas Abraham.
Sebelumnya, Indonesian Corruption Watch (ICW) merilis 36 daftar nama caleg yang diragukan komitmen antikorupsinya, yang namanya sudah masuk Daftar Caleg Sementara (DCS) di KPU.
Dari daftar itu, sumbangan terbesar datang dari Partai Demokrat dengan 10 caleg, diikuti dengan Partai Golkar dengan 9 caleg.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




