Kapolri: Mun'im Idris Harus Jadi Panutan
Jumat, 27 September 2013 | 12:25 WIB
Jakarta - Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Mun'im Idris dinilai harus dijadikan panutan bagi para ahli forensik lainnya. Mun'im selalu siap jika dibutuhkan Mabes Polri untuk mengungkap berbagai kasus menonjol di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo usai melayat ke Rumah Duka RSCM, tempat jenazah Mun'im Idris disemayamkan, Jumat (27/9).
"Tentu harus menjadi panutan. Sekali lagi saya sampaikan turut berduka cita semoga beliau diterima di sisi-Nya," katanya.
Timur mengatakan, keahlian Mun'im Idris dalam ilmu forensik banyak membatu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus. "Berkaitan tugas dengan Polri bagaimana membantu mengungkap banyak kasus," katanya.
Pantauan SP, Timur yang datang menggunakan Toyota Camry hitam B 1046 SJB bersama ajudannya sekitar pukul 10.40 WIB langsung masuk ke Rumah Duka. Setelah mendoakan jenazah, Timur mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum.
Dokter Ahli Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Abdul Mun'im Idris, meninggal dunia, Jumat (27/9) dini hari karena penyakit kanker pankreas yang dideritanya. Mun'im Idris meninggal dunia setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM karena penyakit kompilasi sejak Sabtu (7/9) lalu.
"Awalnya didiagnosa hepatitis tapi setelah di USG ternyata ada batu di empedu, lalu Kamis minggu berikutnya, tadinya kalau batu empedu mau ditembak, ternyata bukan batu, itu adalah kanker pankreas," kata Elita Mirnawaty anak ketiga Mun'im Idris kepada wartawan di Ruang Jenazah RSCM, Jumat (27/9) pagi.
Elita mengatakan, setelah menjalani operasi selama enam jam pada Selasa (17/9) lalu di RSCM karena kanker pankreas yang dideritanya, kondisi Mun'im Idris sempat membaik. Namun, pada Kamis (26/9) kemarin, kondisinya kembali menurun.
"Setelah operasi, besoknya kalau ditepuk dia bereaksi, matanya terbuka dan dapat mengangguk, baru kemarin napasnya agak tersendat," tutur Elita.
Selain kanker pankreas, Mun'im Idris juga menderita penyakit diabetes dan penyakit jantung.
"Beliau menderita penyakit diabetes selama 10 tahun dan jantung sekitar tiga atau empat tahun lalu dan sudah pasang ring tiga," katanya.
Almarhum meninggalkan enam anak, sembilan cucu, satu cicit. Saat ini, jenazah tengah disemayamkan di Rumah Duka RSCM, dan rencananya usai Shalat Jumat, jenazah akan dishalatkan masjid Arif Rahman, dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Pusat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




