Kongres Rakyat Papua Dibubarkan
Rabu, 19 Oktober 2011 | 16:02 WIB
Diperkirakan, 4 ribu rakyat Papua menghadiri acara tersebut.
Tembakan peringatan ditembakkan ke atas setelah Kongres Rakyat Papua menyatakan diri memisahkan diri dari Indonesia dan mendeklarasikan pemerintahan baru.
"MRP (Majelis Rakyat Papua) sudah mendeklarasikan untuk memisahkan diri dan membentuk pemerintahan baru," kata Pangdam Cendrawasih, Mayjen Erfi Triassunu, pada BeritaSatu.com.
"Polisi hanya berusaha mencegahnya dengan menembakkan senjata ke atas sebagai tembakan peringatan."
Media online westpapuamedia.info, hari ini, menulis ratusan anggota militer dan polisi mengepung acara Kongres Rakyat Papua yang ke-3.
Diperkirakan, 4 ribu rakyat Papua menghadiri acara tersebut.
Peserta kongres membahas secara terbuka hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan persiapan untuk menuju referendum.
Pada pukul 15.30 WIT, media yang sama melaporkan bahwa anggota TNI menembaki peserta kongres.
Media tersebut menyebutkan ada korban berjatuhan, tapi tidak menyebutkan jumlahnya.
Beberapa anggota delegasi mengirimkan pesan bahwa mereka telah ditangkap.
Erfi menyatakan bahwa media kerap berlebihan ketika melaporkan adanya tembak-menembak.
"Secara protap, tidak ada tembakan yang diarahkan pada orang," kata Erfi.
"Tapi memang ada kejadian tembakan. Semoga tidak ada korban."
Tembakan peringatan ditembakkan ke atas setelah Kongres Rakyat Papua menyatakan diri memisahkan diri dari Indonesia dan mendeklarasikan pemerintahan baru.
"MRP (Majelis Rakyat Papua) sudah mendeklarasikan untuk memisahkan diri dan membentuk pemerintahan baru," kata Pangdam Cendrawasih, Mayjen Erfi Triassunu, pada BeritaSatu.com.
"Polisi hanya berusaha mencegahnya dengan menembakkan senjata ke atas sebagai tembakan peringatan."
Media online westpapuamedia.info, hari ini, menulis ratusan anggota militer dan polisi mengepung acara Kongres Rakyat Papua yang ke-3.
Diperkirakan, 4 ribu rakyat Papua menghadiri acara tersebut.
Peserta kongres membahas secara terbuka hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan persiapan untuk menuju referendum.
Pada pukul 15.30 WIT, media yang sama melaporkan bahwa anggota TNI menembaki peserta kongres.
Media tersebut menyebutkan ada korban berjatuhan, tapi tidak menyebutkan jumlahnya.
Beberapa anggota delegasi mengirimkan pesan bahwa mereka telah ditangkap.
Erfi menyatakan bahwa media kerap berlebihan ketika melaporkan adanya tembak-menembak.
"Secara protap, tidak ada tembakan yang diarahkan pada orang," kata Erfi.
"Tapi memang ada kejadian tembakan. Semoga tidak ada korban."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




