Kerusuhan Etnis Pecah di Moskow

Selasa, 15 Oktober 2013 | 04:22 WIB
AF
B
Penulis: Andres Fatubun | Editor: B1
Polisi Rusia menangkap pelaku kerusuhan.
Polisi Rusia menangkap pelaku kerusuhan. (CBC/CBC)

Moskow - Kepolisian Rusia mengidentifikasi sedikitnya 1.600 kaum migran di Moskow pada Senin (14/10) setelah terjadinya aksi kerusuhan akibat penusukan seorang warga Rusia, Yegor Shcherbakov, yang diduga dilakukan oleh oleh kaum pendatang etnis Kaukasia.

Sejumlah kelompok advokasi perlindungan kaum migran memperingatkan kaum pendatang khususnya yang berasal dari wilayah Kaukasia dan Asia Tengah agar lebih berhati-hati sebab ancaman serangan pada mereka meningkat.
200 warga distrik

Biryulyovo melakukan aksi turun jalan pada Senin malam menuntut pihak kepolisian agar lebih tegas dalam memperlakukan kaum migran. Aksi ini merupakan protes hari kedua, setelah sehari sebelumnya mereka menggelar aksi yang lebih besar yang berujung kerusuhan. Media setempat melaporkan 10 orang ditangkap dalam kerusuhan itu.

"Sekarang ini kami menjadi takut bila berjalan sendirian malam hari, sebab kaum migran selalu menyerang, mencuri dan membunuh. Mereka tidak mengerti hukum bahkan untuk berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah sekalipun," ujar Alexei Zhuravlyov.

Tenaga kerja migran punya peranan penting dalam perekonomian Rusia khususnya saat krisis minyak yang melanda negara tersebut, yang membuat Putin berkuasa pada tahun 2.000.

Namun dalam kehidupan keseharian di Moskow hal tersebut tidak selalu mudah. Banyak penduduk Moskow yang menentang keberadaa mereka.

"Mereka datang kemari dan bertingkah seperti di rumahnya sendiri," jelas Tatiana, seorang warga distrik
Biryulyovo.

Untuk memenuhi tuntutan penduduk setempat, polisi Rusia telah mengidentifikasi sekitar 1.650 pendatang. Polisi menanyai mereka, apakah terlibat dalam aksi kejahatan dalam beberapa hari terakhir ini.

Kerusuhan hari Minggu (13/10) pecah saat etnis Muslim Rusia akan memperingati Hari Idul Adha. Di Moskow, gesekan antar etnis menjelang perayaan hari tersebut biasanya meningkat.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, berkali-kali memperingatkan bahayanya kerusuhan akibat perbedaan etnis tersebut dan meminta semua pihak untuk menahan diri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon