Tim Ferrari Pamerkan Mesin 1.600cc untuk Musim Depan
Sabtu, 21 Desember 2013 | 01:22 WIB
Ferrari memberi kesempatan kepada media untuk mendapatkan preview mesin baru sesuai regulasi 2014 dengan konfigurasi V6 turbo, dan berkapasitas hanya 1.600cc.
"Sebagai akibat dari regulasi 2014, kita tidak lagi bicara soal mesin, namun tentang power unit," jelas Luca Marmorini, kepala divisi mesin dan elektronik Ferrari.
"Proyek yang rumit ini kami garap dalam dua tahun terakhir. Ini mesin dengan sistem pembakaran (combustion) internal turbocharged 1600cc dan hanya diperbolehkan menggunakan 100 liter bahan bakar per balapan, yang berarti harus makin efisien mesinnya, dan makin besar tenaganya."
Dia menambahkan bahwa turbocharger itu akan ditemani motor listrik, yang juga berfungsi sebagai generator, sehingga energi yang terbuang dari gas knalpot bisa digunakan kembali.
Lalu ada lagi motor listrik kedua yang berfungsi mengambil energi terbuang dalam pengereman. Semua energi yang dihasilkan motor listrik ini akan disimpan dalam aki yang lebih besar dan lebih bertenaga dibandingkan yang sekarang, namun masih bisa ditempatkan di bawah sel bahan bakar.
"Sistem pengendali elektronik akan jauh lebih canggih untuk mengkoordinasikan dan mengelola semua perangkat mekanik listrik ini. Regulasi baru ini menjadi tantangan yang menarik dengan penekanan utama pada daur ulang energi (energy recovery) dan efisiensi power unit," kata Marmorini.
Ferrari boleh merasa percaya diri menyongsong musim 2014 karena hanya produsen asal Italia itu – bersama Mercedes – yang mengembangkan casis dan power unit dalam satu atap.
"Bisa membangun casis dan power unit bersamaan merupakan keuntungan bagus bagi Ferrari," ujar direktur teknik James Allison. "Tim-tim lain tidak bisa melakukan itu, dan tahun ini – tidak seperti tahun-tahun sebelumnya – memasang power unit di casis mobil merupakan tugas yang sangat runit."
Menurut mantan teknisi Lotus itu, pengalamannya di tim lama menunjukkan bahwa meskipun pemasok mesin berusaha memenuhi tuntutan pemesan, namun tidak semuanya bisa berjalan semulus seperti di tim mandiri Ferrari, "dimana ada budaya historis terkait tugas bersama menentukan dan mengembangkan rancangan mobil baru."
"Selama bertahun-tahun kami bekerja sama dengan rekan-rekan di bagian casis. Alasannya jelas karena tidak ada gunanya kami para insinyur mesin terlalu memaksakan proyek kami sendiri, jika kemudian tidak bisa membuat mobil yang bisa menang," kata Allison.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




