Endriartono Sutarto Usul Kampanye Parpol Dibiayai Negara

Senin, 6 Januari 2014 | 17:25 WIB
AC
B
Penulis: Aris Cahyadi | Editor: B1
Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, memberikan pemaparan dalam acara
Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, memberikan pemaparan dalam acara "Meet the Press" di kantor Sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (6/1). Acara "Meet the Press" itu berlangsung hingga Kamis (9/1) dan akan menampilkan kesebelas peserta konvensi berserta pemaparan pandangan visi masing-masing calon. (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Mantan Panglima TNI yang juga salah satu peserta Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat (PD), Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, mengusulkan agar negara membiayai kampanye partai politik (parpol).

Menurut Endriartono, dengan dibiayai negara, potensi terjadinya korupsi yang dilakukan para elite politik akibat praktik politik uang, akan lenyap dengan sendirinya. Hal itu diungkapkannya dalam acara "Meet The Press 2014" yang digelar oleh Komite Konvensi Capres PD, di Jakarta, Senin (6/1).

"Untuk menghilangkan berbagai perilaku menyimpang, pantas jika kita pikirkan bersama kampanye dengan biaya negara," kata Endriartono.

Endriartono meminta, solusi itu patut dipikirkan, karena parpol menurutnya tidak memiliki mesin pencetak uang. Sedangkan biaya kampanye terhitung bukan merupakan sesuatu yang murah.

"Kenapa tidak kita legalkan saja APBN? APBN sebagian diberikan (ke) partai," tegas mantan kader Partai Nasdem tersebut.

Menurut Endriartono pula, kampanye parpol saat ini juga sebenarnya sudah "dibiayai" oleh negara. Namun, biaya itu merupakan hasil korupsi, pungutan liar (pungli), atau jalan lainnya yang dipertanyakan kehalalannya.

"Sedikit sekali yang benar-benar dari kantong sendiri. Barangkali kampanye oleh negara ini akan lebih hemat dan lebih bersih. Sikap mengunggulkan uang digantikan oleh sikap yang lebih terhormat," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon