Tiga Unsur Baru Masuk Tabel Periodik
Senin, 7 November 2011 | 13:29 WIB
Darmstadtium (Ds), Roentgentium (Rg), dan Coepernicum (Cn)
Para pelajar dan mahasiswa yang menggeluti bidang kimia harus bersiap menghafal tiga unsur dasar baru setelah sebuah dewan keilmuan internasional sepakat memasukan elemen 110 Darmstadtium (Ds), 111 Roentgentium (Rg), dan 112 Coepernicum (Cn) ke dalam Tabel Periodik kimia.
Majelis Umum International Union of Pure and Applied Physics (IUPAP), organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang fisika, yang bersidang di London, Inggris, akhir pekan lalu mengumumkan keputusannya akan tiga unsur yang dikenal tidak stabil, hanya bisa dibentuk di laboratorium, dan cepat luluh menjadi unsur-unsur lain.
Ketiga unsur itu memang dikenal sebagai unsur yang super berat.
"Penamaan ketiga unsur itu telah disepakati dalam konsultasi yang melibatkan fisikawan dari seluruh dunia dan kami senang kini ketiga unsur itu dimasukan ke dalam Tabel Periodik," kata Dr Robert Kirby-Harris, Sekretaris Jenderal IUPAP.
Majelis Umum IUPAP terdiri dari utusan-utusan dari akademi-akademi nasional dan komunitas fisikawan dari sekitar 60 negara di dunia.
Ketiga unsur baru itu sendiri ditemukan oleh sekelompok ilmuwan Jerman pada GSI Helmholtz Centre for Heavy Ion Research. Copernicum pertama kali ditemukan pada 1996, ketika para ilmuwan Jerman itu bereksperimen dengan Seng (Zn) dan Timbal (Pb).
Sementara Roentgenium dan Darmstadtium juga pertama kali ditemukan pada 1994.
Para pelajar dan mahasiswa yang menggeluti bidang kimia harus bersiap menghafal tiga unsur dasar baru setelah sebuah dewan keilmuan internasional sepakat memasukan elemen 110 Darmstadtium (Ds), 111 Roentgentium (Rg), dan 112 Coepernicum (Cn) ke dalam Tabel Periodik kimia.
Majelis Umum International Union of Pure and Applied Physics (IUPAP), organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang fisika, yang bersidang di London, Inggris, akhir pekan lalu mengumumkan keputusannya akan tiga unsur yang dikenal tidak stabil, hanya bisa dibentuk di laboratorium, dan cepat luluh menjadi unsur-unsur lain.
Ketiga unsur itu memang dikenal sebagai unsur yang super berat.
"Penamaan ketiga unsur itu telah disepakati dalam konsultasi yang melibatkan fisikawan dari seluruh dunia dan kami senang kini ketiga unsur itu dimasukan ke dalam Tabel Periodik," kata Dr Robert Kirby-Harris, Sekretaris Jenderal IUPAP.
Majelis Umum IUPAP terdiri dari utusan-utusan dari akademi-akademi nasional dan komunitas fisikawan dari sekitar 60 negara di dunia.
Ketiga unsur baru itu sendiri ditemukan oleh sekelompok ilmuwan Jerman pada GSI Helmholtz Centre for Heavy Ion Research. Copernicum pertama kali ditemukan pada 1996, ketika para ilmuwan Jerman itu bereksperimen dengan Seng (Zn) dan Timbal (Pb).
Sementara Roentgenium dan Darmstadtium juga pertama kali ditemukan pada 1994.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




