"Ngobrol" Saja Tidak Cukup, Perlu Ada Komunikasi Non Verbal

Rabu, 5 Februari 2014 | 15:11 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
 Anna Surti Ariani (Nina), Psikolog Anak dan Keluarga.
Anna Surti Ariani (Nina), Psikolog Anak dan Keluarga. (BeritaSatu/Kharina Triananda/Kharina Triananda)

Jakarta - Meluangkan waktu berbicara atau sekedar ngobrol hal-hal remeh bersama keluarga sangatlah penting. Menurut Anna Surti Ariani (Nina), Psikolog Anak dan Keluarga, paling tidak setiap harinya kita harus bisa meluangkan minimal 15 menit untuk waktu berkualitas bersama anggota keluarga yang lain.

"Lima belas menit duduk bersama, ngobrol dan harus tanpa gadget. Interaksi secara langsung itu yang harus dilakukan agar hubungan lebih harmonis," kata Nina pada acara Sariwangi "Hargai Waktu Bersama Keluargamu di Jakarta" Rabu (5/2)

Nina juga menyarankan, bahwa saat ngobrol kita juga harus menambahkan komunikasi non verbal agar bisa menciptakan kondisi yang nyaman dan rileks.

"Memeluk, mengelus atau membelai adalah bahasa-bahasa non verbal yang efeknya bisa sangat luar biasa. Dan juga jangan lupa senyum. Sebagai orang tua kita juga jangan sibuk menasehati, tetapi mendengarkan dan mengajak diskusi anak untuk lebih mengetahui apa yang anak kita hadapi sehari-harinya," lanjutnya.

Selain itu, Nina juga menyarankan untuk menciptakan bau-bau tertentu yang bisa makin mengakrabkan dan mencairkan suasana. Misalnya bau makanan atau minuman. Bahkan bila ingin memberi aroma terapi juga tidak masalah.

"Bila memiliki anak kecil kita bisa memberikan bau-bau yang bisa dikenalinya. Bahkan bau badan kita bisa menjadi hal yang paling nyaman buat anak untuk menghabiskan waktu bersama kita," saran Nina.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon