Banyak Sengketa Perbatasan, Belanja Militer Asia Naik

Kamis, 6 Februari 2014 | 16:48 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Kapal Induk Liaoning milik Tiongkok dikawal beberapa kapal perang.
Kapal Induk Liaoning milik Tiongkok dikawal beberapa kapal perang. (Chinese Military Review)

Belanja militer negara-negara Asia mengalami kenaikan, sementara negara-negara Barat mengurangi pengeluaran mereka di bidang pertahanan sepanjang 2013 lalu, demikian menurut lembaga survei militer IHS Jane’s.

Menurut laporan ini, belanja pertahanan negara-negara Asia Pasifik meliputi 24% dari total pengeluaran pertahanan global, dan diprediksi angka itu bisa meningkat hingga 28% di akhir dekade.

Menurut IHS Jane’s, sengketa wilayah di kawasan Asia Pasifik menjadi pemicu utama peningkatan belanja militer.

Kemudian untuk 2014 ini, total belanja militer global diprediksi untuk pertama kalinya akan mengalami kenaikan sejak 2009, dari US$ 1,538 triliun menjadi US$1,547 triliun.

Sejauh ini Amerika Serikat masih menjadi yang terbesar dalam hal pengeluaran di bidang pertahanan, mencapai US$ 582,4 miliar pada 2013 atau empat kali lipat dibandingkan Tiongkok yang berada di posisi kedua.

Tiongkok, Jepang, India dan Korea Selatan semua masuk 10 besar belanja militer dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon