Gerindra Tahan Diri soal Kabinet Bayangan
Jumat, 28 Februari 2014 | 14:12 WIB
Jakarta - Sejumlah elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mulai berkoar menyusun rencana kabinet jika dipercaya memegang rezim pascapemilu 2014.
Namun, Partai Gerindra yang juga punya peluang menang lebih memilih untuk menahan diri.
Seperti disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, masing-masing parpol berhak membuat kabinet bayangan. Hanya saja, sebaiknya itu dipikir ulang dalam konteks momentumnya.
"Kalau bagi kita, partai kita masih terlalu prematur untuk mengumumkan kabinetnya," kata Martin di Jakarta, Jumat (28/2).
Dia melanjutkan, pihaknya memperkirakan pengumuman kabinet bayangan baru bisa dilaksanakan Gerindra pasca pileg 9 April mendatang. Partainya cenderung lebih memilih kalangan profesional diperbanyak untuk duduk di kabinet.
Walau demikian, dia mengaku bisa memahami alasan sejumlah elite PDIP mengumumkan kabinet bayangan sejak awal.
"Mungkin itu dianggap sebagai semacam daya jual ke masyarakat sebelum pileg," imbuhnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengatakan sejumlah elite partainya sudah menyusun kabinet bayangan sebagai persiapan bila PDI-P dipercaya rakyat untuk memimpin bangsa dan negara ini lima tahun ke depan.
Dia menyebutkan sejumlah nama elite saat ini yang laik dipertimbangkan mengisi kabinet itu seperti M. Prakosa untuk mengisi kursi Menteri Pertanian dan Kehutanan serta Rokhmin Dahuri sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan.
Atau Sri Adiningsih sebagai Menteri Perdagangan, Maruarar Sirait sebagai Menakertrans, dirinya sendiri sebagai Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas atau Menteri Negara BUMN, dan Hasto Kristianto sebagai Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.
Arief Wibowo sebagai Menteri Pertanahan atau Agraria, Budiman Sudjatmiko sebagai Menpora, Tubagus Hasanuddin sebagai Menteri Pertahanan, Arif Budimanta sebagai menteri yang berkaitan dengan bidang keuangan.
"Mbak Puan Maharani masih disimpan sebagai kartu truf yang akan dimainkan kemudian," kata Hendrawan di Jakarta, Jumat (28/2).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




