Kapolri: Pemilu Rusuh Hanya Isu

Senin, 7 April 2014 | 14:11 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Kapolri Jendral Sutarman
Kapolri Jendral Sutarman (Istimewa)

Jakarta - Kapolri Jenderal Sutarman meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh isu yang berkembang soal pemilu legislatif pada Rabu (9/4) akan berjalan rusuh. Kendati begitu dia menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan skenario jika keadaan benar-benar rusuh.

"Polri tentu akan prediksi yang terjelek. Jadi kita memang siapkan (pengamanan) tahapan pemilu ini sampai kondisi kontijensi (darurat). Tapi kita berupaya supaya tidak ada kerusuhan, dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kerusuhan. Isu rusuh itu tidak benar," kata Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/4).

Untuk mengantisipasi kondisi kontijensi, lanjut Kapolri, Polri telah melakukan pelatihan dan persiapan kepada 253 ribu anggotanya, yang terlibat dalam operasi pengamanan pemilu bersandi "Mantab Bhrata".

"Kita latihkan pengamanan sampai penghitungan suara nanti. Ini secara rinci dilakukan satu-persatu. Kalau sampai kontijensi, bagaimana mengatasi keributan. Saya harap pesta demokrasi jangan dijadikan ajang kekerasan tapi pendewasaan. Kita boleh beda dan menyerang argumentasi orang, tapi jangan serang pribadi seseoang," pesannya.

Sedangkan berbicara masa kampanye, menurut

Kapolri menilai, masa kampanye hingga masa tenang hari ini berlangsung tertib di seluruh Indonesia. Untuk itu Kapolri menyatakan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Kendati memang ada beberapa kejadian menonjol, seperti penembakan di Aceh, dimana umumnya berkaitan dengan motif politik, lalu penembakan di perbatasan Papua, dan pembakaran gedung KPUD Sumba Barat Daya di NTT," sambungnya.

Sebelum kampanye, Polri menangani 45 kasus pidana pemilu, yaitu 7 kasus penyidikan, 23 lasus P-21, dan 14 kasus di SP-3. Sedangkan selama masa kampanye, Polri menangani 38 kasus, yaitu 34 kasus sedang disidik dan 4 kasus P-21

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon