Menang Lawan Vietnam, RD Tak Ingin Antiklimaks
Sabtu, 19 November 2011 | 22:16 WIB
RD tengah berpikir bagaimana memulihkan kondisi pemain jelang laga sengit melawan Malaysia, Senin (21/11).
Pelatih Rahmad Darmawan sangat puas dengan kemenangan tim asuhannya atas Vietnam dengan skor 2-0 pada semifinal SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (19/11), tapi dirinya berharap kemenangan ini tak menjadi antiklimaks.
"Hari ini anak-anak bermain sangat bagus dan menampilan permainan yang menarik. Kami melakukan tekanan yang cepat dan tidak memberi ruang pada lawan untuk mengembangkan permainan karena Vietnam memiliki position play yang sangat baik. Secara umum, ini adalah penampilan terbaik dan saya berharap semoga ini bukan antiklimaks," ujar Rahmad.
Permainan pressing football yang ditampilkan Indonesia justru membuat Rahmad khawatir dengan kondisi timnya pada laga final melawan Malaysia pada Senin (21/11).
"Saya memang agak khawatir dengan taktik yang saya jalankan karena permainan pressing football membutuhkan intensitas permainan yang tinggi. Tapi itu adalah risiko yang harus diambil. Sekarang tugas saya adalah berpikir bagaimana supaya pemulihan kondisi fisik pemain bisa berjalan cepat," pungkasnya.
Pelatih Rahmad Darmawan sangat puas dengan kemenangan tim asuhannya atas Vietnam dengan skor 2-0 pada semifinal SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (19/11), tapi dirinya berharap kemenangan ini tak menjadi antiklimaks.
"Hari ini anak-anak bermain sangat bagus dan menampilan permainan yang menarik. Kami melakukan tekanan yang cepat dan tidak memberi ruang pada lawan untuk mengembangkan permainan karena Vietnam memiliki position play yang sangat baik. Secara umum, ini adalah penampilan terbaik dan saya berharap semoga ini bukan antiklimaks," ujar Rahmad.
Permainan pressing football yang ditampilkan Indonesia justru membuat Rahmad khawatir dengan kondisi timnya pada laga final melawan Malaysia pada Senin (21/11).
"Saya memang agak khawatir dengan taktik yang saya jalankan karena permainan pressing football membutuhkan intensitas permainan yang tinggi. Tapi itu adalah risiko yang harus diambil. Sekarang tugas saya adalah berpikir bagaimana supaya pemulihan kondisi fisik pemain bisa berjalan cepat," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




