Mari Elka: Kebaya Anne Avantie Merupakan Trend Setter
Rabu, 28 Mei 2014 | 18:56 WIB
Jakarta - Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), merasa kecewa saat menerima keluhan Anne Avantie (desainer kebaya) yang karyanya sering dicontek dari pelaku usaha kecil hingga desainer ternama. Mari sendiri mengaku permasalahan plagiat kreatifitas memang sering terjadi di Indonesia dan sulit diberantas.
"Sulit memberantas seratus persen. Perkembangan teknologi yang pesat juga membuat informasi mudah dan cepat diterima. Sehingga, mereka bisa dengan cepat membuat tiruannya. Jadi, ya kita harus berantas dengan kekreatifitasan tanpa henti," ujar Mari pada Pre-Event Pagelaran 25 Tahun Berkarya Anne Avantie "Merenda Kasih" di Jakarta, Rabu (28/5).
Dilanjutkannya, bahwa followers atau pengikut itu ada nilai plus dan minusnya. Minusnya tentu akan merasa sedih kalau karya ditiru dan dipasarkan begitu saja, namun banyak juga yang terjadi pelaku usaha kecil ekonominya bisa baik setelah menjual karya yang ia tiru.
"Anggap saja Anne sebagai trend setter," katanya.
Namun, Mari juga mengatakan dengan meningkatnya daya beli masyarakat secara signifikan, tentunya konsumen bisa lebih pintar untuk membeli yang asli.
Menurutnya desain adalah suatu hal yang susah-susah gampang untuk dilindungi. Bila orang hanya meniru 90 persen, bisa dianggap sah-sah saja. Karena tetap ada perbedaannya. Dengan begitu, akhirnya konsumenlah yang berperan untuk bisa mengapresiasi yang asli.
"Oleh karena itu, desainer harus segera mendaftarkan mereknya. Dan yang tidak kalah penting adalah dokumentasi yang lengkap. Dari situ desainer bisa mencegah karyanya di kloning begitu saja," tandas Mari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




