Bima Arya: Masyarakat Terpecah Karena "Quick Count"
Senin, 14 Juli 2014 | 14:38 WIB
Jakarta - Komisaris Charta Politika, Bima Arya Sugiarto menyayangkan terjadinya perpecahan di masyarakat lantaran perbedaan hasil hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei.
"Sedih, ya. Rakyat Indonesia terpolarisasi berdasarkan perhitungan cepat, survei dan sebagainya," kata Bima Arya di kantor KPK, Jakarta, Senin (14/7).
Bima berpendapat, masyarakat Indonesia harusnya tidak cepat menyimpulkan mengenai siapa pemenang Pemilu Presiden 2014. Sebaliknya harus menunggu sampai perhitungan oleh KPU selesai dilakukan.
Ihwal lembaga survei, Bima menilai publik sudah cerdas untuk menilai mana kredibel dan bisa terpercaya. Hal itu, kata Bima bisa dilihat dari rekam jejak masing-masing lembaga.
Meski demikian saat ini, Bima mengungkap bahwa lembaga survei tidak lagi memegang prinsip independen. Namun hal itu tidak masalah, selama hasil survei bisa dipertanggungjawabkan.
"Hitung cepat itu tujuan utamanya mengantisipasi kecurangan. Dengan catatan dilakukan oleh lembaga yang kredibel dan transparan, baik metode atau dananya. Jadi silahkan dilihat ketika ada yang dirilis, lembaga itu kredibel atau tidak. Itu saja," ujar Bima Arya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




