Mirip #SaveKPK, Gerakan #SaveRRI Mendapat Dukungan Massa

Selasa, 15 Juli 2014 | 15:37 WIB
MS
FB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FMB
Ilustrasi hasil hitung cepat RRI yang menyatakan Jokowi mendapatkan 52 persen suara.
Ilustrasi hasil hitung cepat RRI yang menyatakan Jokowi mendapatkan 52 persen suara. (Beritasatu.com)

Jakarta - Publik pernah disatukan oleh gerakan menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diinisiasi melalui jejaring media sosial Twitter dengan tagar #SaveKPK. Kini, gerakan sejenis juga mulai dimunculkan di media sosial untuk menyelamatkan Radio Republik Indonesia (RRI).

Direktur PoliticaWave, Yose Rizal, menjelaskan penggunaan metode quick count (hitung cepat) yang biasanya dijadikan gambaran tercepat dan terdekat dengan hasil pemilu kini malah menimbulkan polemik nasional yang dipicu dari munculnya nama kedua pasangan capres – cawapres sebagai pemenang di hasil beberapa lembaga survei.

Seminggu pasca pilpres, polemik ini masih bergulir dan kian memanas yang ditandai dari munculnya beragam isu mulai dari adu keakuratan metode, saling tuduh dan lapor dengan indikasi adanya kecurangan. Hingga berita mengenai adanya ancaman keamanan pada lembaga survei melalui berita pelemparan bom Molotov ke salah satu kantor lembaga survei tersebut.

Namun, dari sekian banyak isu tersebut, Isu yang paling menarik perhatian adalah adanya isu langkah Komisi I DPR yang akan memanggil pihak redaksi RRI karena menggelar quick count dan menyiarkannya. Selain dari pemberitaan di media melalui para pengamat, langkah pemanggilan tersebut menuai banyak pertanyaan dan kecaman di jagat media sosial.

Hasil pemantauan Politicawave menemukan bahwa sejak 15 juli 2014, netizen menggunakan #saveRRI untuk menyatakan dukungannya pada isu tersebut di media sosial. Dimulai sejak pukul 16.00 WIB kemarin hingga Selasa 16 Juli 2014, pukul 09.00 WIB, Jumlah percakapan sudah mencapai 44.300 buzz. Puncak percakapan terjadi pada pukul 21.00 WIB dengan total percakapan mencapai 8.900 buzz.

"Jumlah percakapan yang besar tersebut berhasil membawa #saveRRI masuk ke dalam daftar trending topics Indonesia di urutan pertama," kata Yose Rizal di Jakarta, Selasa (15/7).

Percakapan #saveRRI tersebut dimotori oleh sejumlah akun dari kalangan figur publik seperti @indrabektiasli, @jokoanwar, @killthedj, @deelestari dan masih banyak lagi.

Semboyan RRI "sekali di udara tetap di udara" menjadi keywords yang paling banyak digunakan oleh netizen untuk menyatakan dukungannya dengan jumlah buzz sebesar 1.719.

Hal menarik lainnya dari #saveRRI tersebut adalah munculnya berbagai Tweet Picture kreatif yang banyak menarik perhatian netizen diantaranya adalah yang diposting melalui akun @jokoanwar yang mendapat retweet sebanyak 4.400 kali dan favorite sebanyak 200 kali.

"Belum lepas dari ingatan ketika jagat social media ramai oleh gerakan #saveKPK yang merupakan bentuk dukungan untuk melawan berbagai kuasa yang dinilai akan melemahkan institusi tersebut," kata Yose.

"Kini hal tersebut kembali terjadi melalui tagar #saveRRI yang digunakan oleh netizen untuk menyuarakan dukungan dan perlawanan atas usaha-usaha para elite politisi yang akan menurunkan kredibilitas RRI dan membungkam RRI karena sudah menyiarkan hasil hitung cepat di Pilpres 2014."

Hingga saat ini, tercatat banjir dukungan netizen di #saveRRI tersebut masih terus mengalir dan tidak menutup kemungkinan akan membuahkan sukses serupa #saveKPK. Karena diperlukan upaya yang sangat besar untuk membungkam suara rakyat di social media.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon