Studi: Bayi Belajar Bicara Sejak Dalam Kandungan
Selasa, 15 Juli 2014 | 16:56 WIB
Jakarta - Kebanyakan bayi akan mencoba meraban (berupa pengulangan bunyi mirip suku kata, misalnya, ma ma ma; ba ba ba), di usia sekitar tujuh bulan. Hingga kemudian berhasil mengucap kata pertamanya di sekitar usia pertama. Namun, menurut para peneliti, perkembangan berbahasa pada bayi sudah dimulai sebelum bayi meninggalkan rahim ibunya.
"Kami melakukan studi untuk mencari area motorik pada otak bayi yang menandakan ia sedang mendengarkan. Karena, saat bayi sedang mendengarkan, itu artinya otak bayi sedang berusaha mengerti dan menjawab kembali. Studi menunjukkan, bayi yang berusia tujuh bulan sudah berada pada tahap mencoba membuat gerakan yang tepat untuk menciptakan kata-kata," jelas pemimpin penelitian ini, Patricia Kuhl, dari Institute for Learning and Brain Sciences, dikutip dari Medical Daily, Selasa (15/7).
Studi sebelumnya, yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2013 mengungkap, perkembangan kemampuan berbahasa seseorang sudah dimulai sejak bayi masih ada di dalam rahim ibunya. University of Helsinki menyatakan, bayi yang pernah mendengar sebuah kata tanpa arti di dalam rahim, bisa mengenali kembali kata itu setelah dilahirkan. Hal ini terbukti lewat pengukuran respons otak.
Ditemukan pula, bayi mampu membedakan suara di antara beragam jenis bahasa. Secara perlahan, bayi akan mulai fokus pada bahasa yang biasa ia dengar ketika ia mulai berusia tujuh bulan. Di usia inilah bayi mulai mulai meraban dan perkembangan bahasa seseorang mulai meningkat tajam.
Dalam penelitian ini para peneliti menggunakan teknik penggambaran tertentu untuk memonitor aktivitas otak dari 57 bayi, yang berusia antara tujuh bulan hingga satu tahun. Setiap bayi diminta mendengarkan silabel kata "da" yang ada di bahasa Inggris atau kata "ta" dari bahasa Spanyol. Saat diperdengarkan silabel kata tersebut, para peneliti memonitor area pada otak anak yang terkait pada pengucapan kata.
Menurut para peneliti, aktivasi di semua area otak terlihat hanya pada anak-anak yang baru mulai mencoba meraban. Sementara pada bayi yang berusia lebih tua, sudah terbiasa dengan suara dan mekanisme bicara dengan bahasa ibu, menunjukkan aktivitas di area otak yang terbatas, ketika mendengar bahasa selain yang biasa mereka dengar. Temuan ini mengindikasikan, bayi mempelajari bahasa jauh sebelum kata pertamanya dalam bahasa ibu.
"Mendengar orangtua atau orang dewasa berbicara melatih area tertentu pada otak bayi. Apa yang terjadi di dalam otaknya pun jauh lebih hebat dari perkiraan kita sebelumnya. Otak bayi mempersiapkan diri menghadapi dunia dengan belajar bicara jauh sebelum si anak bisa mengatakan kata pertamanya," kata Kuhl.
Dari penelitian ini, Kuhl menyarankan orangtua untuk mengajak bayi bicara sejak dini, meski kesannya ia tidak paham. Bicaralah dengan kata-kata yang baik dan benar, dengan penekanan yang tepat, karena hal ini akan membantu anak belajar tentang mekanik bahasa secara perlahan. Bayi akan belajar mengimitasi hingga akhirnya ia mengucap kata pertamanya, yang selalu disambut gembira oleh orangtua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




