Wacana Pemanggilan RRI Dinilai Berlebihan
Rabu, 16 Juli 2014 | 15:10 WIB
Jakarta - Komisi I DPR berencana memanggil jajaran direksi RRI. Hal itu terkait hasil quick count (hitung cepat) RRI yang dipublikasikan.
"Saya melihat wacana pemanggilan terlalu berlebihan. RRI pada pileg (pemilu legislatif) lalu mendapatkan penghargaan dari semua pihak, bahkan dari KPU sendiri, karena margin errornya paling kecil," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/7).
Menurut Pramono, wacana pemanggilan tidak benar. "Saya sudah mengkontak teman-teman fraksi PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dari Komisi I. Mereka mengatakan tidak ada rencana pemanggilan RRI," tegas politikus PDI-P ini.
"Sekarang ini DPR juga masih reses. Kebetulan sebagai pimpinan yang bertanggungjawab dalam masa reses, tidak ada satupun permintaan untuk itu (pemanggilan RRI)," imbuhnya.
"Kebetulan ini kan masa reses, kalau pemanggilan itu harus mendapat izin dari pimpinan," pungkasnya.
Seperti diketahui, hasil hitung cepat RRI menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dengan perolehan 52,71 persen. Adapun Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 47,29 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




