Wacana Pemanggilan RRI Dinilai Berlebihan

Rabu, 16 Juli 2014 | 15:10 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Ilustrasi hasil hitung cepat RRI yang menyatakan Jokowi mendapatkan 52 persen suara.
Ilustrasi hasil hitung cepat RRI yang menyatakan Jokowi mendapatkan 52 persen suara. (Beritasatu.com)

Jakarta - Komisi I DPR berencana memanggil jajaran direksi RRI. Hal itu terkait hasil quick count (hitung cepat) RRI yang dipublikasikan.

"Saya melihat wacana pemanggilan terlalu berlebihan. RRI pada pileg (pemilu legislatif) lalu mendapatkan penghargaan dari semua pihak, bahkan dari KPU sendiri, karena margin errornya paling kecil," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/7).

Menurut Pramono, wacana pemanggilan tidak benar. "Saya sudah mengkontak teman-teman fraksi PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dari Komisi I. Mereka mengatakan tidak ada rencana pemanggilan RRI," tegas politikus PDI-P ini.

"Sekarang ini DPR juga masih reses. Kebetulan sebagai pimpinan yang bertanggungjawab dalam masa reses, tidak ada satupun permintaan untuk itu (pemanggilan RRI)," imbuhnya.

"Kebetulan ini kan masa reses, kalau pemanggilan itu harus mendapat izin dari pimpinan," pungkasnya.

Seperti diketahui, hasil hitung cepat RRI menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dengan perolehan 52,71 persen. Adapun Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 47,29 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon