Stok Menipis, Sulteng Terima 4.000 Ton Beras dari Sultra
Jumat, 3 Oktober 2014 | 09:23 WIB
Palu - Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan mengirim beras sebanyak 4.000 ton ke Sulawesi Tengah guna mengamankan stok beras di gudang yang semakin menipis, kata Kepala Perum Bulog Sulteng, Ma'uf.
"Sekarang ini beras yang akan dipasok ke Sulteng sedang dimuat di pelabuhan Sultra," kata Kepala Perum Bulog Sulteng Ma'uf di Palu, Jumat (3/10).
Ia mengatakan jika tidak ada aral melintang, pekan depan beras tersebut sudah tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu untuk selanjutnya akan di simpan di gudang Bulog Palu.
Mar'uf menjelaskan kebijakan itu sepenuhnya adalah kebijakan pusat, bukan Bulog Sulteng.
Bulog Sulteng, katanya hanya menerima saja. "Tetapi kebijakan langsung dari pusat," kata dia.
Menurut dia, kebijakan tersebut semata-mata untuk memperkuat ketersediaan beras di daerah-daerah yang kegiatan pengadaan minim.
Sulteng, termasuk daerah yang realisasi pengadaan pada 2014 ini minim sehingga untuk mengamankan stok perlu mendapat topangan dari provinsi lain yang memang pengadaannya besar dan melebihi kebutuhan penyaluran.
Jika tidak mendapat topangan, Sulteng akan mengalami kesulitan menyalurkan beras khusus kepada kalangan rumah tangga sasaran (RTS) yang setiap bulannya mencapai 3.000 ton.
Selama satu tahun ini, Bulog Sulteng membutuhkan stok beras untuk disalurkan kepada RTS tersebar di 13 kabupaten dan kota sebanyak 36.000 ton.
Sementara realisasi pengadaan beras selama Januari- September 2014 di Sulteng baru sekitar 17.000 ton.
Kecilnya pengadaan beras di daerah ini dikarenakan beberapa faktor seperti hasil panen petani menurun akibat dampak serangan hama dan juga kekeringan.
Di tambah lagi banyaknya pedagang dari luar yang membeli beras petani, menyulitkan Bulog untuk bersaing karena harga yang dipatok pedagang dari Manado dan Gorontalo jauh lebih tinggi dari Bulog.
Bulog membeli beras petani Rp 6.600/kg. Sedangkan pedagang luar daerah membeli beras petani rata-rata Rp 7.200/kg. "Selisihnya cukup mencolok," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




