Asian Games 2018 Pertandingkan Pencak Silat

Senin, 6 Oktober 2014 | 15:30 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Ilustrasi Pencak Silat
Ilustrasi Pencak Silat (AFP)

Jakarta - Indonesia mempunyai waktu empat tahun untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Satu hal yang harus segera diselesaikan adalah penentuan cabang olahraga (cabor) dan nomor yang akan dipertandingkan.

Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapatkan hak prerogatif untuk memasukkan tiga cabor unggulan. Satu cabor yang sudah disetujui adalah pencak silat. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, menjelaskan, bukan hal yang mudah bagi negara tuan rumah untuk memasukkan cabor tertentu demi mendulang emas.

"Untuk prestasi, pada SEA Games 2011 lalu, kita pilih cabang-cabang yang bisa mendulang banyak medali emas. Ini tidak mudah. Sebab, (proses) lobinya tidak ke OCA (Komite Olimpiade Asia), tapi ke negara-negara lain (peserta). Beruntung di SEA Games kita cuma harus melobi 11 negara," ujar Rita.

"Di Asian Games, kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Sebabnya, begitu banyak negara yang harus dilobi. Akan tetapi, sebagai tuan rumah kita punya hak prerogatif untuk memasukkan tiga cabang unggulan. Satu yang sudah disetujui adalah pencak silat," terang Rita dalam acara diskusi olahraga di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/10).

Dua cabor lain masih dipelajari mana saja yang berpeluang mendulang banyak medali emas. Bulan depan daftar ketiga cabor unggulan itu sudah harus masuk ke OCA. Ini diharuskan karena negara lain ingin segera berlatih, apalagi jika cabang tersebut belum dikenal di negara itu.

Terkait venue, Indonesia hanya akan melakukan sedikit pembangunan. Velodrome sepeda yang baru akan dibangun mengingat velodrome yang berlokasi di Rawamangun dinilai sudah tidak layak pakai. Lalu kolam renang Senayan akan diberi atap dan jumlah jalurnya (lintasan) ditambah dari delapan menjadi 10.

Untuk bela diri, kemungkinan akan memanfaatkan Jakarta International Expo yang diperkirakan bisa menampung hingga delapan cabor bela diri. "Dan satu lagi, kita juga butuh banyak volunteer (relawan). Kita butuh 18.000 volunteer untuk lebih dari 15.000 atlet. Jangan sampai kita mendapat citra jelek karena penyelenggaraan yang tidak rapi," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon