Halau Mahasiswa Dengan Kekerasan, Aparat Dikecam
Sabtu, 17 Desember 2011 | 21:04 WIB
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bidang Kepemudaan Maruarar Sirait mengatakan, pendekatan keamanan tidak akan pernah berhasil memadamkan kritik.
Apalagi aksi para mahasiswa itu adalah ekspresi atas kegalauan akan kehidupan masyarakat yang semakin sulit dan tertekan.
Aksi mahasiswa memperingati kematian Sondang itu seharusnya dilihat sebagai bentuk solidaritas terhadap teman mahasiswa dan masyarakat.
"Sangat disayangkan kalau kemudian ada reaksi yang berlebihan oleh aparat," ujar Maruarar di Jakarta.
Seperti dilaporkan sebelumnya, mahasiswa se-Jabodetabek melakukan aksi demonstrasi memperingati aksi Sondang, mahasiswa yang membakar diri di depan istana presiden beberapa waktu lalu.
Mahasiswa juga mendesak agar SBY-Boediono mundur dari jabatannya karena dianggap gagal dalam memenuhi amanah rakyat.
Aksi itu lalu dihadang aparat keamanan yang berujung bentrok. Sejumlah mahasiswa pingsan akibat bentrokan, dan sebagian lainnya ditangkapi oleh aparat.
Menurut Maruarar, pemerintah dan aparat harus lebih mendengarkan substansi yang disampaikan mahasiswa daripada sekedar menghalaunya dengan jalan kekerasan.
Adalah sebuah fakta bila di tengah kampanye pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah, namun rakyat merasakan kondisi sebaliknya alias terjadi disparitas antara pernyataan dan kenyataan, kata pria yang juga duduk di Komisi XI DPR itu.
"Seandainya pemerintah benar meningkatkan kesejahteraan rakyat, siapa pula yang mau berdemo? Situasi inilah yang dikritisi mahasiswa. Kritik takkan pernah berhenti selama masalah utamanya tak diselesaikan," kata dia.
Lebih lanjut, dia juga mengingatkan agar Pemerintah mengingat sejarah bahwa gerakan mahasiswa dan pemuda selalu menjadi bagian dari pembaruan republik. Bila dilawan dengan kekerasan, ujar dia, maka akan berhadapan juga dengan rakyat.
"Siapapun yang berlawanan dengan mahasiswa dan pemuda, maka akan berhadapan dengan rakyat," tegas dia.
Selain itu, menurut Maruarar, seiring dengan penambahan anggaran keamanan di APBN, seharusnya Pemerintah dan Kepolisian mampu menjadikan Indonesia lebih aman, adil dan makmur.
Peningkatan anggaran itu seharusnya diikuti dengan perbaikan metode pengamanan sehingga ebih efektif dan manusiawi. "Jadi peningkatan anggaran harusnya tak sekedar angka saja. Seharusnya pendekatan keamanan dihapuskan dengan pendekatan yang lebih adil dan manusiawi," beber Maruarar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




