Pembuatan Kandang Burung Hantu Dinilai Efektif Usir Hama Tikus

Minggu, 30 November 2014 | 14:40 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Burung Hantu Jenis Rinjani Scops Owl
Burung Hantu Jenis Rinjani Scops Owl (AFP)

Kediri - Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Jawa Timur berencana membuat kandang burung hantu di sejumlah daerah wilayah kabupaten, guna mengurangi serangan hama tikus.

Burung hantu dikenal sebagai musuh alami bagi tikus.

"Kami buat 30 kandang, nanti diberikan di masing-masing kelompok tani dan mereka mendapatkan dua kandang," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso di Kediri, Minggu (30/11).

Ia mengatakan, di Kabupaten Kediri, tingkat serangan hama relatif tinggi. Data pada Januari-Oktober 2014, sebanyak 160,65 hektare lahan diserang beragam mulai dari berat sampai ringan.

Kandang-kandang itu nantinya dibangun di sejumlah daerah yang lahan pertaniannya banyak diserang hama tikus. Kandang itu nantinya diharapkan akan disinggahi oleh burung hantu dengan jenis "Tytto alba".

Burung ini dikenal mempunyai banyak kelebihan seperti mampu beradaptasi dengan baik, dapat dikembangbiakkan, memiliki daya jelajah yang tinggi, penglihatan yang tajam, serta mampu terbang tanpa mengeluarkan suara.

Sebelumnya, juga sudah didirikan kandang, yang ternyata disinggahi oleh burung hantu dengan jenis yang sama.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya banyak bangkai tikus yang mati di sekitar kandang, serta kotoran burung hantu.

Untuk saat ini, sengaja hanya dibuat kandang saja dan tidak disertai dengan penyebaran burung hantu. Pada 2004 lalu sudah disebar sebanyak 10 pasang burung hantu ditambah lima pasangan lagi pada 2013.

Burung-burung itu memang dilepaskan, namun dibuatkan kandang. Beberapa ada yang sempat tinggal, dan beberapa lainnya tidak diketahui keberadaannya.

"Kami mendapatkan informasi dari kelompok tani yang membuat secara mandiri kandang, dan terbukti ada bangkai tikus yang mati serta kotoran burung di sekitar kandang. Untuk itu, kami tindaklanjuti dengan membangun kandang lagi," kata Widodo.

Pihaknya juga menambahkan, tingkat serangan hama tikus di daerah yang terdapat kandang itu relatif turun, sehingga dari dinas berencana menambah jumlah kandang.

Idealnya, kandang didirikan dengan ketinggian sekitar lima meter, serta dibangun di sekitar daerah yang banyak ditumbuhi bambu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon