Kapolda Beberkan Kekuatan Kelompok Separatis di Papua

Selasa, 2 Desember 2014 | 13:45 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Ilustrasi kelompok bersenjata di Papua.
Ilustrasi kelompok bersenjata di Papua. (Bumipapua)

Semarang - Kapolda Papua Yotje Mende melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa salah satu permasalahan penting Polda setempat adalah konflik vertikal dan konflik horizontal. Konflik vertikal yaitu adanya enam kelompok separatis yang memiliki senjata.

"Kita masuk konflik vertikal di sana ada kelompok separatis militer yang masih beroperasi di wilayah Papua tengah atau Pegununungan Tengah. Banyak kelompok kriminal bersenjata atau separatis," kata Kapolda Papua Irjen.Pol. Yotje Mende di gedung Cendekia, Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah saat beraudiensi dengan Presiden Jokowi, Selasa (2/12).

Enam kelompok separatis tersebut dan kekuatannya yaitu, pertama, kelompok Goliath Tabuni dengan kekuatan 20 orang dan masih memiliki 11 pucuk senjata di Puncak Jaya. Kedua, kelompok Puron Wenda dengan 50 orang dan 24 pucuk senjata di Puncak Jaya dan Jayawijaya. Ketiga, kelompok Matias Wenda dengan kekuatan 80 orang dan 14 pucuk senjata di Jayapura dan Waimena, keempat, kelompok Telenggeng dengan kekuatan 50 orang dengan 20 pucuk senjata di Puncak Jaya. Kelima, kelompok Kali Kopi Kwalik dengan 50 orang dan memiliki senjata 11 pucuk di daerah Timika.

"Ini yang sering mengganggu Freeport," kata kapolda soal Kwalik.

Keenam, kelompok Leo M Yogi dengan anggota 150 orang dan 24 pucuk senjata di Nabire dan Timika. Sementara kelompok separatis politik kata kapolda juga masih terus melancarkan unjuk rasa, propaganda hingga langkah-langkah diplomasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Polda Papua menjanlankan kebijakan Pro Rakyat yaitu singkatan dari profesional, ramah adil dan transparan. Selain itu dilakukan pula kegiatan-kegiatan intelijen, kegiatan terkait penegakan hukum dengan minimal tekanan.

"Termasuk penguatan deteksi dini, fungsi intelijen dan penguatan fungsi Bimas dan satu desa satu Polri," tambah Yotje.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon