Penguburan Korban Penembakan Paniai, Warga Tunggu Kapolda dan Pangdam

Selasa, 9 Desember 2014 | 08:01 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Jhon Gobai sedang memperlihatkan foto warga yang kena tembak di Paniai, Senin (8/11) sore.
Jhon Gobai sedang memperlihatkan foto warga yang kena tembak di Paniai, Senin (8/11) sore. (Suara Pembaruan/Robert Vanwi)

Jayapura - Warga Enarotali, Paniai, Papua, menuntut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua dan Panglima Komando (Pangdam) XVII/Cenderawasih untuk tiba di Paniai, Papua, sesegera mungkin.

Lima jenazah warga sipil yang ditembak aparat gabungan TNI dan Polri tidak akan dikuburkan sebelum Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih datang ke Paniai dan melihat secara langsung kondisi yang terjadi.

Sejak Senin (8/12) kemarin, ratusan masyarakat sudah membuat tenda-tenda di Lapangan Karel Gobay dan membaringkan kelima jenazah. Dikatakannya, bupati Paniai sudah meminta jenazah segera dimakamkan, namun warga dengan tegas menolak.

"Dorang (mereka) mau Kapolda dan Pangdam datang lihat dan bertanggung jawab," kata ketua Ketua Dewan Adat Pania, Jhon Gobay.

Situasi Paniai sangat mencekam, hingga pagi ini aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pemantauaan dan siaga," ujarnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, saat dihubungi SP, Selasa (9/12) pagi, mengatakan, peningkatan siaga dilakukan.

"Anggota tidak diperkenankan keluar markas," ujarnya.

Walaupun situasi Paniai berangsur-angsur membaik, menurutnya, permasalahan ini menjadi kompleks.

"Ada dua kejadian perusakan Pondok Natal berujung pertikaian, lalu pembakaran kantor KPU yang dibakar. Lalu penyerangan Polsek. Semua dalam penyelidikan dan siang ini Kapolda Papua ke Pania," ujarnya.

Disinggung data berapa yang meninggal, Sulistyo mengatakan jumlahnyna hingga empat korban.

Ketua Yayasan Yemewak Paniai, Harold Gobay, yang dihubungi SP dari Jayapura, merasa terpukul atas meninggalnya empat korban anak didiknya yang masih sekolah.

"Saya kecewa sekali, sungguh kecewa tragedi ini. Mengapa dorang tembak anak-anak ini," ujarnya singkat.

Enarotali adalah sebuah kota di Papua yang merupakan ibu kota Kabupaten Paniai.

Enarotali dianggap sebagai satu-satunya kota tua di pedalaman Papua yang dibangun Belanda. Kota tua ini diapit sejumlah gunung dan bukit, yakni Gunung Bobairo dan Bukit Diay, serta sejumlah bukit lain.

Dengan berpenduduk 150.000 jiwa, ada empat suku besar di Enarotali, yakni Mee, Moni, Wolani, dan Dani. Mata pencarian penduduk adalah bertani dan beternak dengan makanan pokok ubi jalar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon