Ricuh, Musyawarah Anak Cabang PDI-P Kapuas Diwarnai Tendang Kursi

Rabu, 14 Januari 2015 | 02:07 WIB
BU
WP
Penulis: Barthel B Usin | Editor: WBP
Ilustrasi PDIP
Ilustrasi PDIP (Istimewa)

Kuala Kapuas – Langkah konsolidasi di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak berjalan mulus.

Kegiatan musyawarah anak cabang (Musancab) yang dilaksanakan partai berlambang kepala banteng muncong putih Selasa (13/1) diwarnai perang mulut hingga saling tendang kursi.

Kericuhan terjadi karena Kegiatan dinilai tidak sesuai prosedur tata tertib (tatip) dan melanggar peraturan dasar (PD)/rumah tangga (RT). Salah satunya, undangan yang disampaikan kepada masing-masing pengurus anak cabang (PAC) tidak melalui surat resmi.

"Undangan tidak diantar dan harus diambil sendiri oleh PAC ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC)," kata Heru, salah satu pengurus PAC PDIP Kapuas Kuala.

Dikatakan, pada dasarnya ada 10 PAC yang menolak hasil Musancab PDI-P tersebut. Heru mengaku, pihaknya melaporkan hal itu ke tingkat atas untuk diproses karena banyak yang dilanggar. Selain itu ranting-ranting seperti diintimidasi.

"Musancab seolah dikuasi oleh para penguasa. Jadi lebih baik demokrasi itu diganti saja jadi penguasa. Karena banyak sekali aturan yang dilanggar untuk kepentingan penguasa," tambahnya.

Menurut Heru, nama-nama yang sudah diajukan oleh masing-masing PAC untuk menjadi pengurus juga diubah oleh ketua Plh DPC Kapuas Yohanes Fredy Ering yang juga anggota DPRD Kalteng itu. Upaya tersebut, dinilai melanggar aturan dalam Bab 13 larangan dan sanksi.

Disebutkan dalam Pasal 24, PAC dan DPC partai dilarang melakukan perubahan, pengurangan dan penambahan nama calon ketua PAC dan bakal calon nama ketua DPC partai yang diajukan oleh ranting partai PDIP.

Disamping itu, masalah peserta Musancab tidak memenuhi kuorum. Musancab terkesan dipaksakan. Oleh sebab itu beberapa peserta tidak terima.

Plh Ketua DPC PDIP Kabupaten Kapuas, Fredy Ering saat dikonfirmasi melalui telepon tidak merespons. Selain itu, Plh sekretaris PDIP Kapuas, Didi Hartoyo juga dikonfirmasi lebih memilih bungkam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon