Australia Anggap Implan Payudara PIP Aman

Kamis, 5 Januari 2012 | 11:17 WIB
VH
B
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: B1
Ilustrasi bahan implan payudara.
Ilustrasi bahan implan payudara. (AFP)
Selain persentase tingkat kebocoran yang relatif rendah, bahan silikon implan PIP tersebut disebutkan tak lebih berbahaya ketimbang silikon produk lainnya.

Pihak berwenang di bidang kesehatan Australia mengaku tidak menemukan bukti bahwa implan payudara asal Prancis yang berpotensi rusak, akan menyebabkan bahaya lebih besar bagi perempuan di negeri itu. Hal itu seperti diungkapkan oleh panel para ahli di Therapeutic Goods Administration (TGA), lembaga pengawas medis Australia, lewat pernyataannya, Rabu (4/1) malam.

Dalam pernyataan itu, implan berbahan silikon yang dibuat oleh perusahaan Poly Implant Prothese (PIP) yang kini tutup tersebut, dinilai tidak lebih mudah bocor atau rusak, ketimbang implan silikon lainnya yang ada. Seperti diberitakan, implan produk PIP diketahui dibuat dari bahan silikon industri yang murah (ketimbang silikon standar medis), serta telah dilarang tahun lalu di berbagai negara, setelah lebih dari 1.000 perempuan Prancis merasakan kebocoran.

Belakangan, pakar medis di berbagai belahan dunia terus berusaha memastikan resiko kesehatan dari implan payudara tersebut, sebelum menentukan apakah perempuan pengguna harus diminta membuangnya atau tidak. Bulan lalu, pemerintah Prancis sendiri telah menyerukan perempuan dengan implan payudara PIP di negeri itu untuk membuangnya, dengan biaya dari pemerintah.

Manajer Nasional TGA, Rohan Hammett, menyatakan dalam rilis pernyataannya, bahwa pada dasarnya semua (jenis) implan payudara memiliki 10 persen resiko kebocoran sepanjang periode 10 tahun sejak dipasang. Angka rata-rata kebocoran dari implan produk PIP di Australia sendiri menurutnya adalah sekitar 0,4 persen, atau 37 kebocoran dari 9.054 implan yang dipasang perempuan Australia sepanjang 2002-2011.

"Walau angka-angka ini hanya berdasarkan laporan yang masuk ke TGA, persentase tersebut tetap masih aman jika dihitung dengan perkiraan kelayakan implan payudara berdasarkan data trend internasional dan sejarahnya," ujar Hammett. "Ujicoba implan produk PIP di Australia yang dilakukan TGA pada Juli 2010, mengindikasikan bahwa lapisan luar implan tersebut sudah sesuai dengan standar internasional dan aturan terkait kekuatan dan ketahanan (bocor)-nya," lanjutnya.

Hammett menambahkan bahwa uji laboratorium terhadap gel silikon di implan produk PIP itu, juga mengindikasikan bahwa gel-nya tidak bersifat racun (merusak) bagi jaringan di sekitar implan, meskipun seandainya terjadi kebocoran. "Kita tahu bahwa implan payudara tidak akan bertahan lama pada kebanyakan wanita, dan kebocoran adalah sesuatu yang lazim. Namun dari hasil analisa laboratorium di sini maupun di Inggris, dipastikan bahwa meski kebocoran terjadi, resiko bahaya dari implan produksi PIP tidaklah berbeda dibanding implan produk lainnya," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon