Tema HPN 2015 Berangkat dari Perbedaan Kiblat Pasca-pemilu 2014
Kamis, 5 Februari 2015 | 11:35 WIB
Batam - Hari Pers Nasional (HPN) 2015 yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, mengangkat tema "Pers Sehat, Bangsa Kuat". Pemilihan tema tersebut berangkat dari perbedaan pasca-pemilihan umum (pemilu) 2014 lalu. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengamati adanya perbedaan kiblat dari pemilih-pemilih yang berasal dari media.
"Kami mengamati ada perbedaan kiblat dari pemilih-pemilih media. Perbedaan itu sampai batas tertentu wajar, karena ini negara demokrasi. Tetapi jangan sampai perbedaan itu terus mengimbangi kinerja pers secara umum," kata Ketua Panitia Pusat Bidang Pameran, Adhy Trinanto, usai acara pembukaan Pameran Pers HPN 2015 di Kepri Mall, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2).
Ia mengatakan, pers sehat harus mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika, yakni perbedaan diperbolehkan tetapi semangat kebangsaan tetap satu sehingga akan menjadi bangsa yang kuat.
"Kalau dilihat, pers itu punya misi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi itu dalam arti luas sesuai dengan zamannya. Zaman kemerdekaan akan beda dengan era sekarang. Ciri yang berubah adalah demokratisasi, semangat demokrasi yang mau tidak mau dijalani sebuah bangsa," terangnya.
Ia menuturkan, dalam perkembangan zaman seperti itu, maka yang berubah tidak hanya demokrasinya, tetapi juga perkembangan teknologinya. Perkembangan teknologi saat ini menjadi perkembangan teknologi yang memungkinkan semua orang menjadi media. Di antaranya adalah dengan memanfaatkan sosial media yang sudah hampir dimiliki oleh setiap orang dengan menyebarluaskan suatu isu yang akhirnya berkembang dan diketahui khalayak luas.
"Pers Indonesia sekarang ada dalam situasi semacma itu. Perkembangan teknologi yang beri perubahan pada perilaku masyarakat untuk mendapatkan informasi," terangnya.
Kendati demikian, di lain pihak, katanya, jumlah orang ataupun institusi yang bermain dalam industri pers relatif tidak mudah karena banyaknya pemain-pemain baru pula. Hal tersebutlah yang menyebabkan persaingan industri jurnalistik semakin ketat karena pesaing bisnis yang juga bertambah.
"Jadi, kreativitas pemilik media untuk menyelaraskan apa yang dia lakukan sesuai kebutuhan masyarakat dibutuhkan, juga untuk cerdas dalam bermain dalam situasi persaingannya," katanya.
Karenanya, ujar Adhy, ada media yang terbilang lama dan mampu bertahan hingga saat ini, tetapi tidak sedikit juga media tersebut tidak mampu sehingga akhirnya rontok.
Di acara puncak HPN nanti, tanggal 9 Februari 2015, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya direncanakan menghadiri acara tersebut. Namun, mengingat Jokowi sedang melaksanakan kunjungan ke beberapa negara tetangga, maka yang dijadwalkan menghadiri puncak acara HPN 2015 adalah Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




