22 Suporter Tewas, Kepala Klub Zamalek Tidak Salahkan Polisi

Senin, 9 Februari 2015 | 08:52 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Petugas pemadam kebakaran Mesir berusaha memadamkan api yang menghanguskan sebah mobil di luar stadion di Kairo, Minggu (8/2) waktu setempat. Kerusuhan suporter di Kairo memakan korban 3 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Petugas pemadam kebakaran Mesir berusaha memadamkan api yang menghanguskan sebah mobil di luar stadion di Kairo, Minggu (8/2) waktu setempat. Kerusuhan suporter di Kairo memakan korban 3 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (AFP/Str)

Kairo - Kepala klub Zamalek, Mortada Mansour, menilai tewasnya 22 suporter Zamalek bukan karena kesalahan polisi.

Hal itu dikatakan Mortada Mansour kepada sebuah stasiun TV swasta Mesir, Senin (9/2).

Menurut dia, polisi tidak melepaskan tembakan ke arah suporter. Mansour mengatakan, kekerasan yang terjadi hari Minggu (8/2) itu sengaja "diatur" untuk menggagalkan pemilihan parlemen mendatang.

Mansour adalah seorang pengacara terkenal di Mesir. Ia adalah pendukung setia Presiden Abdel Fattah-el-Sissi, bekas panglima militer yang telah mengobarkan tindakan keras menyapu perbedaan pendapat sejak penggulingan militer Presiden Islamis Mohammed Morsi pada tahun 2013.

Sebelumnya, pihak berwenang Mesir mengatakan, kekerasan terjadi ketika ratusan penggemar fanatik tim Zamalek yang dikenal dengan sebutan Ultras White Knights, mencoba untuk memaksa masuk ke stadion untuk menonton pertandingan sepak bola tanpa tiket. Saat itu, tim kesayangan mereka sedang bertanding melawan kesebelasan ENPPI di Air Defense Stadium, Kairo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon