Megawati: Perempuan Indonesia Harus Perjuangkan Nasib
Minggu, 8 Maret 2015 | 16:39 WIB
Jakarta - Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, minta agar perempuan Indonesia bersatu memperjuangkan nasibnya, dalam konteks perjuangan kemanusiaan atas kemerdekaan, kesetaraan, dan kebersamaan di ranah politik, sosial dan ekonomi.
Megawati mengingatkan, Bung Karno pernah mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan betapa pentingnya perempuan bagi negara. Manakala baik perempuan, maka baiklah negeri. Sebaliknya, manakala buruk perempuan, buruklah negeri.
"Artinya, apa yang diperjuangkan oleh kaum perempuan sudah seharusnya diperjuangkan juga oleh kaum laki-laki. The emancipation of woman is the emancipation of man. Tapi, menurut Bung Karno, kaum perempuan tetap harus bergerak dan berjuang keras," ujar Megawati dalam pidato kebudayaan, saat memperingati Hari Perempuan Internasional, di Jakarta, Minggu (8/3).
"Kutipan pernyataan Bung Karno, 'Tidakkah berulang kali saya berkata: seribu dewa dari kayangan pun tidak akan bisa menolong saudara kaum wanita, jikalau saudara-saudara wanita sendiri tidak berjuang'. Maka nasib wanita tidak di dalam tangan kaum laki-laki, nasib wanita tidak di tangan seribu dewa dari kayangan, nasib wanita adalah di dalam tangannya sendiri."
Kisah mengenai "Sarinah", lanjut Megawati, menekankan pentingnya azas kolektivitas, yang menyatukan kaum perempuan Indonesia dalam gagasan yang sama. Bahkan kekuatan kolektivitas itu hadir sebagai kekuatan perubahan sehingga kaum perempuan menjadi sumber kebudayaan bagi Indonesia yang lebih baik.
Sarinah adalah pengasuh Bung Karno, yang mana seringkali disebutkan bahwa Bung Karno sangat dekat dengannya. Perkataan Sarinah yang menginspirasinya, "Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya."
"Semangat inilah yang saya harapkan muncul kembali, sekaligus sebagai antitesa atas menguatnya orientasi individual dalam seluruh bidang kehidupan yang semakin pragmatis," ujarnya.
"Semangat kepeloporan kaum perempuan ini sangat penting, sebab bagaimana kita bisa mencapai masyarakat adil dan makmur, apabila dalam contoh kehidupan sehari-hari saja, kaum perempuan justru semakin terpinggirkan."
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, tahun ini adalah tahun penentuan bagi kaum perempuan Indonesia, karena dimulainya pemerintahan baru. Janji-janji politik pada masa kampanye telah disampaikan, termasuk yang terkait isu-isu perempuan.
"Saya yakin, kita semua berharap adanya pemenuhan janji-janji politik itu," imbuhnya.
Megawati mengaku, semasa menjabat presiden, dirinya sudah meletakkan dasar-dasar keberpihakan terhadap perjuangan kaum perempuan. Misalnya, mendorong dan memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Perlindungan Anak, menandatangani Konvensi PBB tentang Perlindungan Buruh Migran dan Keluarganya.
Ke depan, Megawati menyatakan dirinya mendukung organisasi perempuan memperjuangkan berbagai aturan yang penting bagi perbaikan nasib kaum perempuan. Misalnya, dari UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, revisi UU TKI, UU Perlindungan Penyandang Disabilitas, UU Penghapusan Kekerasan Seksual, perbaikan atas aturan tentang perkawinan, dan lain-lain.
"Kesemuanya itu sangatlah penting bagi kaum perempuan Indonesia," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




