JK: Energi Nuklir Alternatif Terakhir
Selasa, 14 April 2015 | 15:19 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia membutuhkan diversifikasi energi atau penganekaragaman energi secepatnya.
Namun, dalam pidatonya saat membuka acara seminar Indonesia dan diversifikasi energi, JK mengatakan bahwa energi nuklir belum tepat diterapkan di Tanah Air. Walaupun, energi yang dihasilkan nuklir memang besar.
"Nuklir memang potensi yang besar tetapi tetap dunia terbelah pendapatnya. Tetapi, di Jawa selama ada energi lain, saya kira ini alternatif (energi) terakhir," kata JK di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4).
Menurutnya, sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia belum mampu untuk mengatur energi nuklir tersebut.
"Jepang sudah ingin menurunkan nilainya (nuklir) akibat (tragedi) Fukushima. Sehebat-hebat orang Jepang menjaga teknologinya yang lebih teliti dari kita, kena juga dia. Jadi, apalagi kita yang katakanlah agak sembrono mengatur sesuatu tentu mengkhawatirkan untuk masyarakat," ujar JK.
Ditambah lagi, lanjutnya, sejumlah daerah di Indonesia masuk dalam ring of fire atau deretan gunung berapi. Sehingga, riskan untuk penerapan energi nuklir.
Meskipun, lanjutnya, di Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat tengah dikembangkan teknologi nuklir tersebut.
JK mengatakan bahwa diversifikasi energi harus ke energi yang lebih bersih, murah dan mudah.
Khusus nuklir, Indonesia telah mempunyai tiga pusat reaktor nuklir, yaitu di Serpong-Tangerang, Bandung dan Yogyakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




