Menilik Keamanan Aplikasi Belajar Bagi Anak
Jumat, 22 Mei 2015 | 13:41 WIB
Jakarta - Saat ini beberapa sekolah sudah mulai mengadopsi aplikasi software dan internet sebagai penunjang belajar di komputer untuk para siswanya. Para siswa dianggap lebih mudah menerima pelajaran secara visual atau dalam bentuk video. Namun, apakah aplikasi penunjang tersebut cukup aman untuk anak bila terpapar setiap hari di sekolah?
Dikatakan, Psikolog dan CEO Personal Growth, Ratih Ibrahim, aplikasi penunjang belajar tersebut aman-aman saja selama anak tetap diawasi penggunaannya.
"Saya tidak menyarankan aplikasi tersebut dipaparkan secara intensif pada anak usia nol sampai 3 tahun. Karena usia tersebut menyerap semua informasi yang ia dengar dan lihat. Simulasi di otak mereka sangat cepat dan sangat attractive buat anak, dia akan terhipnotis," kata Ratih kepada Beritasatu.com.
Pembatasan penting dilakukan. Hal ini karena jika anak sudah tidak melihat perangkat elektronik, ia akan melihat dunia nyata menjadi lebih lambat (slow motion) dan membosankan.
"Walaupun anak sudah cukup besar tetap pantau penggunannya. Bukan berarti selama ia menggunakan aplikasi kita awasi, tapi kita (orangtua) batasi saja waktunya di rumah. Dan kita tentukan kapan waktu-waktu tepat melihat gadget. Ini berlaku untuk bermain games, mengakses sosial media ataupun melihat Youtube dan sebagainya," imbuhnya.
Ratih percaya, secanggih apapun teknologinya, manusianya tetap memiliki kebutuhan dasar yang sama. Jadi, dengan menanamkan nilai dan norma pada anak sejak dini, maka anak akan bisa lebih bijaksana menggunakan perangkat elektronik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




