Konsep Bangunan Hijau Dukung "Kendari Green City"

Rabu, 1 Juli 2015 | 20:35 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Pengunjung melihat maket superblok Grand Sungkono Lagoon, di pameran properti Jakarta, Senin (12/5). Konsep pembangunan Superblok Grand Sungkono Lagoon Surabaya, mengacu pada konsep green building. Ada 6 elemen yang mendasari pembangunan superblok yang menjadi konsep dasar seperti healhty, connectivity, business dan lainnya.
Pengunjung melihat maket superblok Grand Sungkono Lagoon, di pameran properti Jakarta, Senin (12/5). Konsep pembangunan Superblok Grand Sungkono Lagoon Surabaya, mengacu pada konsep green building. Ada 6 elemen yang mendasari pembangunan superblok yang menjadi konsep dasar seperti healhty, connectivity, business dan lainnya. (Investor Daily / DAVID GITA ROZA)

Kendari - Konsep bangunan hijau atau "green building" yang dikembangkan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), digagas untuk mendukung Kota Kendari menuju "green city" (kota hijau).

"Bangunan hijau digagas untuk mengurangi emisi karbon dan konsumsi energi bangunan, menghemat sumber daya air, mengurangi efek gas rumah kaca dan menghemat biaya usaha," kata Wali Kota Kendari, Asrun di Kendari, Rabu (1/7).

Menurut dia, tujuan utama dari penerapan bangunan hijau tersebut untuk mengurangi dampak lingkungan terhadap kesehatan manusia.

Selain itu, kata dia juga untuk menciptakan lingkungan alam yang sehat dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan manusia serta memelihara sumber daya air secara berkelanjutan.

"Manfaat dari bangunan hijau hanya dapat dicapai melalui upaya bersama dari para pembuat kebijakan dan sektor swasta serta para pemangku kepentingan," katanya.

Dalam terobosan tersebut kata dia, Pemkot Kendari merangsang para pengembang perumahan agar ikut mendukung program bangunan hijau dengan cara memberikan insentif bagi pengembang yang menerapkan konsep bangunan hijau.

"Insentif yang dapat kami berikan kepada para pengembang perumahan berupa penyediaan area untuk kawasan hijau di dalam kawasan pemukiman penduduk," katanya.

Menurut dia, perkembangan dan pertumbuhan penduduk kota Kendari saat ini sudah semakin padat.

Jika ketersediaan oksigen di kota ini tidak diciptakan sendiri oleh pemerintah kota melalui konsep bangunan hijau kata dia, maka ke depan bukanlah hal yang mustahil Kendari akan kekurangan oksigen.

"Kalau jumlah oksigen berkurang, hampir dipastikan suhu di kota ini akan meningkat dan pada gilirannya akan membuat hidup warga kota menjadi tidak nyaman," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon