10 Singa dan Ratusan Hewan Mati Akibat Banjir India
Minggu, 12 Juli 2015 | 20:40 WIB
New Delhi - Sebanyak 10 singa Asiatic yang terancam punah, 1.670 sapi biru, dan 87 rusa tewas dalam banjir yang menerjang India Barat, Gujarat pada akhir Juni, demikian tertulis dalam laporan pemerintah setempat, Minggu (12/7).
Banjir bandang yang melanda wilayah negara Saurashtra itu juga menewaskan sedikitnya 55 orang dan ribuan orang mengevakuasi diri dari rumah mereka ke daerah yang lebih aman setelah hujan lebat.
"Sampai 2 Juli tahun ini, bangkai sepuluh singa itu ditemukan," ucap Press Trust of India (PTI), mengutip laporan Kepala Konservator Hutan (PCCF) Gujarat.
Gujarat adalah rumah bagi sekitar 500 singa Asiatic di tempat tersisa mereka secara global.
"Selain itu, bangkai 1.670 sapi biru, 87 rusa, sembilan kijang jantan, dan enam babi hutan juga telah ditemukan," tambahnya.
Di beberapa bagian wilayah terkena dampak terburuk dengan tingkat air naik hampir 2,8 meter (sembilan kaki) dalam kurun waktu singkat.
Para pejabat departemen kehutanan dan aktivis lokal memulai proses nilai kerusakan habitat dan satwa liar setelah banjir. PCCF mengatakan kepada PTI, telah menemukan singa dengan kondisi kesehatan yang lemah dan terkejut.
Selain perhatian segera untuk kesejahteraan satwa liar yang terkena, banjir bandang juga memicu kembali perdebatan tentang relokasi singa dan ditempatkan di habitat khusus singa di India.
Beberapa ahli satwa liar telah mempertanyakan keengganan pemerintah untuk memungkinkan spesies yang terancam punah untuk bergerak ke luar habitatnya di barat India ke tempat-tempat suci lain yang cocok di seluruh negeri.
"Tidak ada cara untuk memprediksi terjadinya bencana, yang mengapa sangat penting untuk membangun setidaknya satu lagi habitat bebas untuk populasi singa sebelum risiko tersebut muncul lagi," ucap pakar satwa liar Ravi Chellam, sebelumnya mengatakan kepada AFP.
Masalah relokasi singa di luar Gujarat telah terperangkap dalam pertempuran hukum dan politik yang panas selama bertahun-tahun.
Pada 2013 Mahkamah Agung India memutuskan beberapa dari singa itu harus direlokasi ke tempat perlindungan di negara tetangga.
Bahkan para ahli berpendapat membatasi singa hanya pada satu daerah habitat menempatkan mereka pada risiko kawin sedarah, penyakit, dan kepunahan. Namun pemerintah Gujarat telah secara konsisten menolak setiap langkah dari negara, di mana singa adalah sumber kebanggaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




