Polda Papua Tetap Tahan 2 Tersangka Insiden Tolikara
Selasa, 28 Juli 2015 | 20:05 WIBJakarta - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Papua tetap menahan JW dan AK yang menjadi tersangka insiden Tolikara. Meskipun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua meminta agar insiden tersebut diselesaikan secara damai dan tidak ada lagi penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian.
Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende menyatakan, pihaknya tetap menahan kedua tersangka. Penahanan ini dilakukan lantaran kedua tersangka harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka dalam insiden tersebut. "Tetap kita tahan. Karena jelas mereka tetap harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka," kata Yotje di sela-sela seleksi tahap III Capim KPK, di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
Meski demikian, Yotje menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk melepas kedua tersangka. Asalkan, kedua pemuda tersebut koperatif terhadap penyidikan kepolisian dengan mengungkap peristiwa sebenarnya.
"Kita akan lihat nanti ke depan. Kalau memang dia kooperatif menyatakan yang sebenarnya, tidak menutup kemungkinan untuk itu (melepas keduanya)," katanya.
Polda Papua, jelas Yotje, saat ini masih mengusut insiden tersebut. Tak menutup kemungkinan, kata dia, adanya tersangka baru. Namun, Yotje mengaku, pihaknya belum mengetahui perkembangan dari penyidikan yang dilakukan lantaran sejak beberapa hari terakhir berada di Jakarta untuk mengikuti seleksi Capim KPK Jilid IV.
"Memang ada kemungkinan pelaku-pelaku lain, tapi sejauh ini saya belum ikuti pkmbngannya karena sejak Sabtu saya di sini (Jakarta). Sampai hari ini belu tahu situasinya," ungkapnya.
Sebelumnya, tokoh agama Papua dan Tolikara dari Kristiani berharap tidak ada lagi penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terkait insiden Tolikara. Penangkapan dan penahanan justru dinilai bisa mengganggu situasi saat ini yang sudah aman dan bisa berekses pada hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami di sini gereja kalau boleh tak perlu ada penangkapan karena komunikasi yang tak jalan tadi. Hal sepele hanya tak jalan komunikasi. Tak perlu menangkap ini menangkap itu nanti ekses jadi tak baik. Itu juga forum keagamaan NU Papua, Forum Papua dan kami sampaikan ke pak Presiden," kata Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGRII) Papua dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk, di kantor presiden, Jakarta, Jumat (24/7) petang.
Dua tersangka kasus Tolikara, kata Lipiyus, memang berasal dari GIDI, namun, dua pemuda itu sudah diamankan dan dibawa ke Polda Papua untuk diproses. Lipiyus mengatakan, tokoh agama meminta agar presiden mempercayakan penyelesaian kepada mereka sehingga masalah tidak berlarut-larut.
Lipiyus menambahkan, penyebab insiden Tolikara adalah masalah miskomunikasi di kalangan pemimpin yang sudah sepakat namun kurang dikomunikasikan secara luas.
"Jadi ya di sana, semua pimpinan ada, baik keamanan, gereja, pemerintah, ada di sana. Mereka sepakat di sana semuanya. Pimpinan yang sepakat bersama ada didalam itu," kata dia saat ditanyakan pada level mana saja terdapat kurangnya komunikasi.
Para korban sendiri, menurut Lipiyus, sudah menerima agar masalah ini diselesaikan dengan cara damai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




