Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Bangun Masyarakat Pancasila dengan Jalan Trisakti

Jumat, 7 Agustus 2015 | 19:53 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Di hadapan elite Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersedia bergerak bersama mengusung perubahan Indonesia didasari ideologi Pancasila dan Jalan Trisakti.

Kata Jokowi, tema demikian sama seperti keyakinan yang dia pegang, bahwa jalan yang harus ditempuh Indonesia saat ini adalah jalan perubahan menuju tatanan Pancasila. Yakni untuk menuju masyarakat Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

"Ini jalan ideologis yang bersumber pada Pancasila dan Trisakti. Saya percaya bangsa ini akan bertahan delam gelombang global dengan ideologi. Tanpa ideologi itu, jangan berharap jadi negara yang besar. Ideologi sebagai penuntun, penggerak, pemersatu perjuangan," tegas Jokowi saat membuka Kongres III PA GMNI yang bertema Jalan Trisakti menuju Tatanan Masyarakat Pancasila di Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8).

Dia mengajak semua pihak melihat kembali pidato tertulis Soekarno ketika mebuka konfrensi besar GMNI pada 1929. Di situ ditegaskan kewajiban pejuang mengorganisasi berjuta kaum marhaen, yang bersama-sama hendak menumbangkan sistem yang menindas.

"Bersama-sama, Rakyat Marhaen banting tulang membangun negara yang kuat, sentosa, adil dan makmur. [Hal] yang disampaikan Bung Karno itu piagam, amanat bagi kita semua untuk tidak melupakan rakyat yang melarat, atau rakyat yang dimelaratkan. Kita tak boleh meninggalkan pembantu rumah tangga, pedagang kecil, pedagang kaki lima, buruh tani, buruh cuci, sampai di perbatasan dan di daerah terpencil. Kita tak boleh berjarak dengan rakyat," bebernya.

Dia mengakui, jalan demikian bukan jalan lurus, dan akan banyak tantangan yang dihadapi. Contohnya, setelah menjabat sebagai presiden, Jokowi mengaku dilapori soal tindakan pencurian ikan. Dia diberi info oleh menteri terkait, dalam sehari, ada 7.000 kapal ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Kerugiannya sampai Rp 300 triliun per tahun.

"Belum lagi yang berkaitan dengan pertambangan ilegal, pencurian kayu. Bayangkan kalau uang yang dicuri itu dibagi kepada rakyat kita," kata Jokowi.

Tantangan lainnya adalah kemajemukan masyarakat Indonesia sehingga masih ada pertikaian atas nama agama, ras, dan golongan.

"Kita juga menghadapi bahaya narkoba. Jumlah pemakai meningkat dan sudah mengkhawatirkan. Kita hadapi tantangan kemiskinan, keterbelakangan, dan ketimpangan. Saudara-saudara kita belum mendapat listrik. Banyak yang tinggal di pulau terluar dan perbatasan belum mendapat sarana pendidikan dan kesehatan yang memadai," jelasnya.

Namun, meski tantangan ada banyak, Jokowi mengaku yakin semua tantangan bangsa itu bisa dihadapi jika semua elemen bersatu. Ia menyerukan semua pihak untuk bersikap tegas dan tanpa kompromi terhadap mafia, mulai dari mafia minyak dan gas (migas), pangan, illegal logging, dan illegal fishing.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon