Memanen Air Hujan Bisa Perkecil Dampak Kekeringan
Selasa, 18 Agustus 2015 | 21:53 WIB
Jakarta – Mengantisipasi bencana kekeringan akibat musim kemarau yang panjang pada tahun-tahun mendatang, Ketua Pokja Kekeringan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Agus Maryono mengajak masyarakat memanfaatkan air hujan melalui gerakan Tampung, Resapkan, Alirkan, dan Pelihara (TRAP).
"Budaya menabung dan memanen air hujan pada musim hujan nanti harus mulai dilakukan. Sehingga, ketika musim kemarau datang, tidak sampai mengalami musibah kekeringan yang parah," ujar Agus Maryono di acara diskusi yang digelar AIBI, di Jakarta, Selasa (18/8).
Alat-alat yang dibutuhkan untuk menampung air hujan, menurutnya, sangat sederhana. Cukup menggunakan pipa dan tempat penampungan air atau water torrent bila ingin langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-sehari, atau bisa langsung dialirkan ke sumur resapan.
"Seluruh talang air hujan harus dimanfaatkan untuk menabung air. Supaya tidak ada kotoran yang masuk, sebaiknya diberi kawat saring terlebih dahulu sebelum air masuk ke pipa. Lalu di atas water torrent juga perlu diberi kain saringan untuk 'menangkap' debu, sehingga air yang tersimpan dalam kondisi bersih. Air ini bisa kita gunakan langsung untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi kalau untuk dikonsumsi, sebaiknya dimasak terlebih dahulu," paparnya.
Dengan memanen air hujan, lanjut Agus, manfaat yang akan dirasakan antara lain berkurangnya banjir, berkurangnya kekeringan, berkurangnya masalah air bersih, berkurangnya penurunan muka air tanah, serta berkurangnya masalah lingkungan. "Negara-negara lain sudah melakukan hal ini, dan kita juga harus memulainya," pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




