“Robotic Day” Dorong Pemanfaatan Energi Alternatif

Sabtu, 5 September 2015 | 15:49 WIB
H
JS
Penulis: Herman | Editor: JAS
Peserta kompetisi robot mempresentasikan robot kreasinya di acara
Peserta kompetisi robot mempresentasikan robot kreasinya di acara "Robotic Day" ke-7 yang diadakan SMA Negeri 28 Jakarta, 4-5 September 2015. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Pengembangan sumber energi baru dan terbarukan merupakan hal penting yang harus diupayakan dalam mengantisipasi krisis energi. Hal ini juga menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan "Robotic Day" ke-7 yang merupakan agenda tahunan SMA Negeri 28 Jakarta.

Untuk tahun ini, kompetisi robotika antarpelajar tersebut mengangkat tema "Energy for the Future", yaitu energi ramah lingkungan atau energi alternatif atau tata kelola penggunaan energi untuk masa depan. Ketua Panitia Robotic Day, Akbar Ginanjar mengatakan, tema ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengembangan energi baru dan terbarukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ada banyak energi alternatif dan terbarukan di Indonesia yang sebetulnya bisa kita explore dan kembangkan, namun belum dikelola dengan baik. Makanya di event 'Robotic Day' tahun ini, kita memilih tema energy for the future, supaya makin banyak siswa yang mengembangkan energi tersebut. Misalnya pemanfaatan biji jarak sebagai energi alternatif," kata Akbar Ginanjar kepada Beritasatu.com, Jakarta, Sabtu (5/9).

Dalam salah satu kategori lomba, peserta kompetisi robotika dituntut untuk membuat robot berdasarkan tema yang sudah ditentukan tersebut. Salah satunya peserta bernama Celvin dari Sekolah Genius Tangerang yang membuat robot menggunakan tenaga surya.

"Robot ini saya namakan Robot Anti-Krisis Moneter. Jadi walau pun rupiah sedang melemah, robot ini tidak akan terpengaruh karena dia menggunakan tenaga surya," ungkap Celvin saat mempresentasikan robot kreasinya di hadapan dewan juri.

Tahun ini, kompetisi robotika yang diselenggarakan selama dua hari tanggal 4-5 September 2015 diikuti oleh 234 peserta yang berasal dari lima provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Adapun kategori yang diperlombakan antara lain Maze Solving, Sumo RC dan Auto, Open Category, dan Science Project.

Akbar Ginanjar menambahkan, event tahunan ini diadakan dengan tujuan mendorong inovasi siswa-siswa di Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sehingga kelak Indonesia bisa melahirkan ahli robotika yang handal di tingkat dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon