Kasad: Strategi Perang Tak Melulu Berbasis Militer

Kamis, 15 Oktober 2015 | 10:48 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Letnan Jenderal TNI Mulyono
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Letnan Jenderal TNI Mulyono (Antara/Wahyu Putro A)

Depok - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) menggelar seminar nasional tentang pembinaan teritorial (Binter) di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Seminar mengambil tema "Mewujudkan Sishanta yang tangguh melalui penguatan peran Binter TNI dalam membantu menyiapkan kekuatan pertahanan negara. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Mulyono tampil sebagai keynote speeker (pembicara utama) pada seminar tersebut. Dalam paparannya, Mulyono mengemukakan tantangan Binter ke depan sangat kompleks dan rumit. Berbagai persoalan hadir tidak lagi hanya fokus terhadap ancaman militer tetapi juga situasi keamanan global dan regional yang terancam atas kepentingan perebutan sumber-sumber energi/mineral, pangan dan air.

"Strategi yang digunakan tidak melulu berbasiskan militer tetapi melalui perang asimetris, perang hibrida dan perang by proxy. Saat ini, Indonesia sudah berada pada front ketiga model perang baru tersebut," kata Mulyono.

Ia menegaskan dengan kompleks dan rumitnya tantangan ke depan maka perlu dilakukan pembinaan Binter secara tepat. Hal itu agar kedepan Binter semakin kuat dan tangguh.

"Kegiatan ini untuk mensinergikan kekuatan antara TNI dan pemerintah serta masyarakat. Diharapkan tidak ada lagi penafsiran yang berbeda tentang Binter. Dunia kampus sangat berperan untuk memberikan pemahaman terhadap rakyat akan pentingnya Binter yang tangguh," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon