Dua Hari Jelang Pemilu Kada, Tolikara Rusuh
Kamis, 16 Februari 2012 | 16:50 WIB
Dua orang dipastikan tewas, 58 orang terluka, dan empat kantor dibakar oleh massa dalam kerusuhan massa di Kaburaga, ibukota Kabupaten Tolikora, Papua, Rabu, (15/2).
Kerusuhan ini pecah hanya dua hari jelang pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) Tolikara yang direncanakan berlangsung 17 Februari 2012.
"Terjadinya pertikaian antara dua kelompok massa pendukung calon bupati, yaitu dari kelompok John Tabo yang diusung Partai Golkar dengan pendukung dari Usman Wanimbo dari partai koalisi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Kamis, (16/2).
Adapun penyebab bentrok massa ini, Saud menjelaskan, yakni pihak petahana, pasangan John Tabo-Edi Suyanto, tidak mengakui Panitia Pemilihan Daerah (PPD) yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) yang dilantik 4 Januari 2012 yang lalu.
"Menurut mereka, (PPD) ini sangat berpihak kepada pihak koalisi. Mereka menginginkan PPD yang diangkat pada 21 Mei 2010. Akibat permasalahan ini terjadi kerusuhan massa yang berakibat dua korban meninggal dunia. Ini data yang sampai ke kita. Kasus ini ditangani Polres Tolikara," bebernya.
Ini bukanlah insiden pertama yang menelan korban jiwa sebagai ekses dari pemilu kada di sana. Sebelumnya, pada 21 Januari 2012 lalu, Yusuf Yikwa, 16, tewas saat terjadi bentrok antara pendukung John Tabo dan pendukung Usman Wanimbo. Bentrokan itu bermula dari saling menghina antarpendukung.
Sebenarnya situasi kembali panas sejak Selasa, (14/2). Saat itu terjadi bentrokan yang menyebabkan sejumlah bangunan terbakar. Massa membakar posko pemenangan Partai Demokrat. Aksi pembakaran itu menyebabkan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat ikut terbakar.
Kerusuhan ini pecah hanya dua hari jelang pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) Tolikara yang direncanakan berlangsung 17 Februari 2012.
"Terjadinya pertikaian antara dua kelompok massa pendukung calon bupati, yaitu dari kelompok John Tabo yang diusung Partai Golkar dengan pendukung dari Usman Wanimbo dari partai koalisi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Kamis, (16/2).
Adapun penyebab bentrok massa ini, Saud menjelaskan, yakni pihak petahana, pasangan John Tabo-Edi Suyanto, tidak mengakui Panitia Pemilihan Daerah (PPD) yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) yang dilantik 4 Januari 2012 yang lalu.
"Menurut mereka, (PPD) ini sangat berpihak kepada pihak koalisi. Mereka menginginkan PPD yang diangkat pada 21 Mei 2010. Akibat permasalahan ini terjadi kerusuhan massa yang berakibat dua korban meninggal dunia. Ini data yang sampai ke kita. Kasus ini ditangani Polres Tolikara," bebernya.
Ini bukanlah insiden pertama yang menelan korban jiwa sebagai ekses dari pemilu kada di sana. Sebelumnya, pada 21 Januari 2012 lalu, Yusuf Yikwa, 16, tewas saat terjadi bentrok antara pendukung John Tabo dan pendukung Usman Wanimbo. Bentrokan itu bermula dari saling menghina antarpendukung.
Sebenarnya situasi kembali panas sejak Selasa, (14/2). Saat itu terjadi bentrokan yang menyebabkan sejumlah bangunan terbakar. Massa membakar posko pemenangan Partai Demokrat. Aksi pembakaran itu menyebabkan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat ikut terbakar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




