Rakyat Selandia Baru Mulai Memilih Bendera Anyar
Jumat, 20 November 2015 | 17:31 WIB
Wellington – Rakyat Selandia Baru pada Jumat (20/11) memulai pemungutan suara untuk memilih bakal bendera baru. Negara di Pasifik Selatan tersebut ingin menghilangkan Union Jack dari bendera nasionalnya.
Union Jack adalah bendera nasional Inggris tapi juga terdapat di bagian kiri atas bendera-bendera nasional bekas koloninya, termasuk Selandia Baru, dan sebagian besar sekarang tergabung ke dalam Persemakmuran.
Rakyat yang memiliki hak pilih di Selandia Baru diminta memilih di antara lima opsi bendera. Referendum yang dilakukan via pos ini akan berlangsung hingga 11 Desember 2015.
Desain yang menang kemudian akan berhadapan dengan bendera yang sekarang, dalam referendum kedua yang rencananya digelar pada Maret 2016.
Perdana Menteri (PM) John Key menjadikan reformasi bendera ini sebagai isu besar, sejak pemerintahan konservatifnya memenangi mandat ketiga akhir tahun lalu. Bendera yang sekarang menurutnya sudah menjadi sebuah anakronisme alias sudah ketinggalan zaman.
Selandia Baru, tandas Key, membutuhkan standar baru yang bisa menggaungkan nama Selandia Baru. Key juga mengeluh lantaran bendera yang sekarang ini suka tertukar-tukar dengan bendera Australia, sesama negara anggota Persemakmuran.
Bendera Selandia Baru yang sekarang, selain Union Jack di kiri atas, bergambarkan empat bintang merah -yang mencerminkan Southern Cross atau konstelasi bintang pari- di atas latar belakang berwarna biru.
Komisi pemilihan umum Selandia Baru atau Election NZ sudah mengedarkan tiga juta kertas referendum ke seluruh negeri berpenduduk 4,5 juta jiwa tersebut.
Sebanyak empat dari lima desain untuk referendum pertama ini bergambarkan daun pakis, yang merupakan lambang nasional tak resmi dari Selandia Baru. Sedangkan desain kelima, yang baru masuk belakangan dan disebut Puncak Merah, mencakup setiga merah, hitam, dan biru plus sebuah tanda pangkat putih.
Hasil jajak pendapat bulan lalu memprediksikan, desain pakis putih di atas latar merah dan biru berpeluang menang dalam referendum pertama. Tapi, jajak pendapat terpisah memperkirakan bendera yang sekarang menang dalam referendum kedua nanti.
Wakil PM Bill English meminta rakyat memilih bendera yang menurut mereka mencerminkan kebanggaan, menunjukkan kepeloporannya di masa lalu dan sekarang, serta ambisi masa depan dari Selandia Baru.
"Ini kesempatan sekali seumur hidup. Tidak banyak pemerintah di dunia yang meminta warganya untuk menyuarakan desain bendera nasional pilihannya," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




