Puting Beliung di Jawa Timur Merusak Ratusan Rumah
Senin, 23 November 2015 | 17:12 WIB
Bojonegoro - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, selama rentang waktu 10 hari, antara tanggal 11-21 November, angin puting beliung merusak sedikitnya 358 unit rumah penduduk di delapan wilayah kecamatan. Kecamatan yang dilanda bencana itu meliputi Kecamatan Tambakrejo, Sekar, Ngasem, Kanor, Margomulyo, Padangan dan Kecamatan Temayang.
"Dari 358 unit rumah penduduk itu krusakannya kita bagi menjadi tiga kategori. Yang roboh rata dengan tanah ada 11 unit, yang rusak berat ada 18 unit dan rusak sedang mencapai 106 unit serta yang rusak ringan ada 223 unit," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sujarwo, yang dikonfirmasi, Minggu (22/11) tadi malam.
Menurut Andik, masih ada kerusakan rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Tambakrejo dan Kecamatan Padangan lainnya akibat bencana puting beliung terakhir, Sabtu (21/11) malam yang belum bisa kita laporkan, katanya. "Kita menerima laporan, bahwa bencana akhir pekan itu merobohkan rumah Sumari warga RT-11/RW-04 berukuran 6x11 meter di Dusun Tegiri, Desa Tebon sehingga menderita kerugian sekitar Rp 27,5 juta," ujar Andik.
Pada hari yang sama puting beliung menghantam rumah-rumah di kawasan Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo yang mengakibatkan rumah milik Sriarum (50) roboh. Akibat kerusakan itu, kerugian yang dialami sekitar Rp 25 juta. Selain itu, rumah warga yang lokasinya tak jauh dari rumah Sriarum mengalami rusak berat ada enam unit, kerugian ditaksir sekitar Rp 15 juta. Rumah rusak sedang ada 16 unit, kerugian ditaksir sekitar Rp 24 juta. Rumah rusak ringan ada 13 unit, kerugian ditaksir Rp 10 juta.
Menurut Andik, berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puting beliung sebagai gejala awal musim penghujan itu terjadi dalam Adalah Randemi (65) janda warga Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, dilaporkan tewas terimpa reruntuhan rumahnya yang ambruk akibat diterjang puting beliung, belum lama ini. Menurut keterangan saksi mata, korban Randemi sebenarnya sudah berusaha lari menyelamatkan diri ketika rumahnya terguncang dan kemudian roboh rata dengan tanah. Namun ada rangka kayu teras jatuh dan mengenai leher bagian belakang korban.
Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Ngawi, Aries Tino Hermawan yang dikonfirmasi semalan menjelaskan, bencana alam puting beliung malam hari itu juga memporakporandakan 13 unit rumah rata dengan tanah dan ratusan unit lainnya rusak berat, sedang dan ringan meliputi wilayah Kecamatan Bringin dan Kecamatan Karangjati. "Desa-desa di Kecamatan Bringin yang terlanda angin puting beliung, di antaranya Desa Dero, Krompol, dan Sumber Bening. Sedangkan di Karangjati, melanda Desa Rejuno dan Rejomulyo," ujar Aries.
Untuk desa-desa di Kecamatan Bringin yang terlanda angin puting beliung, di antaranya Desa Dero, Krompol, dan Sumber Bening. Sedangkan di Karangjati, melanda Desa Rejuno dan Rejomulyo. Bencana tersebut selain ratusan unit rumah penduduk roboh dan rusak, juga membuat satu bangunan sekolah rusak.
Sementara itu berdasarkan BMKG Juanda, Surabaya menginformasikan, memasuki peralihan musim kemarau ke musim penghujan atau masa panca roba, sejumlah daerah di Jatim berpotensi besar terancam bencana puting beliung dan hujan lebat. Pada analisa dan pantauan BMKG Juanda, ancaman puting beliung dan hujan lebat ini akan terjadi mulai pertengahan November ini hingga awal Desember yang ditandai dengan pembentukan awan CB atau awan Prakirawan BMKG Juanda, Taufik Hermawan mengingatkan agar masyarakat di Jatim, khususnya di sejumlah daerah yang memiliki lahan luas atau lapangan, diimbau untuk waspada terhadap ancaman bencana angin puting beliung dan hujan lebat. "Untuk memantau dan mewaspadai ancaman puting beliung ini, masyarakat bisa melihat dari tanda-tanda awal muncul puting beliung. Soal ancaman angin puting beliung ini, BMKG mengeluarkan warning kepada sejumlah masyarakat yang terancam puting beliung agar menghindari sejumlah bangunan yang bisa roboh akibat hempasan angin puting beliung," ujarnya Senin (23/11) tadi pagi.
Jika mulai muncul awan CB, atau awan hitam pekat yang nantinya akan diikuti oleh angin kencang dan hujan lebat, masyarakat harus waspada . "Jika terjadi puting beliung, warga harus mencari tempat perlindungan yang aman, jangan di bawah rumah yang rentan roboh dan pohon besar yang mudah tumbang," kata Taufik sambil menambahkan, prakiraan BMKG, sejumlah daerah yang diwaspadai akan terjadi angin puting beliung ini, di antaranya Kota Mojokerto, Ponorogo, Bojonegoro, Madiun dan Bangkalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




