ASDP Terapkan Sistem Penjualan Tiket Otomatis

Rabu, 25 November 2015 | 16:15 WIB
TD
YD
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: YUD
Ratusan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke Sumatera antre masuk kapal feri di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Banten, 12 Juli 2015
Ratusan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke Sumatera antre masuk kapal feri di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Banten, 12 Juli 2015 (Antara/Asep Fathulrahman)

Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan Automatic Ticketing System (ATS) sebagai mekanisme pelayanan penjualan tiket yang baru di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. ATS merupakan generasi baru yang disempurnakan dari sistem elektronik tiket yang sebelumnya sudah diterapkan. Dengan sistem baru ini, pelayanan akan lebih mudah dan efisien terutama bagi pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.

"Kami sudah melakukan beberapa kali uji coba, terutama agar ATS ini benar-benar akurat dalam mencatat identitas penumpang dan mengukur jenis dimensi barang yang akan dimasukan dalam manifest muatan kapal. Manifest ini penting bagi pengguna jasa karena merupakan bagian dari dokumen asuransi bagi penumpang dan muatan kapal," jelas Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Christine Hutabarat melalui keterangan pers, Rabu (25/11).

Christine menjelaskan, selain alasan keselamatan penyeberangan, semangat penerapan ATS ini adalah untuk menghilangkan potensi-potensi kerugian yang selama ini masih dialami baik oleh pengguna jasa maupun operator kapal penyeberangan. Sistem tersebut sendiri sudah mulai diterapkan pada Selasa (24/11) pukul 20.00 WIB. Penerapan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi proyek percontohan untuk kemudian diterapkan di sejumlah pelabuhan lainnya.

Dengan sistem yang lama,menurut dia, saat identifikasi penumpang dan kendaraan berpotensi terjadi ketidakakuratan yang menyebabkan tarif yang dibayarkan bisa lebih lebih rendah atau lebih tinggi dari golongan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga akhirnya dapat merugikan bagi pengguna jasa ataupun pemilik kapal.

"Jadi, tidak tepat jika ada anggapan penerapan sistem tiket ini akan merugikan. Justru sebaliknya, baik pengguna jasa maupun operator kapal akan diuntungkan karena transaksi tarif penyeberangan akan benar-benar mengacu pada regulasi pemerintah. Bagi perusahaan operator kapal, penerapan sistem ini juga akan menekan potensi kebocoran dan meningkatkan pendapatan perusahaan, " kata Christine.

Belajar dari uji coba yang sudah dilakukan, lanjut Christine, memang terjadi sedikit perlambatan proses transaksi di toll gate karena memang pengguna jasa banyak yang belum tahu atau bahkan belum terbiasa dengan alur proses transaksi dengan sistem baru tersebut. Umumnya, terang dia, perlambatan transaksi disebabkan oleh pengguna jasa yang tidak mempersiapkan kartu identitas saat transaksi di toll gate.

" Bagi pengguna jasa kami tekankan, kartu identitas sangat penting untuk manifest muatan, oleh karena itu agar pelayanan bisa lebih cepat dan nyaman, mohon pengguna jasa bisa mempersiapkan kartui identitasnya sebelum tiba di toll gate," ujarnya.

Dia menjelaskan, perbedaan sistem tiket yang terdahulu dengan ATS, terletak pada penentuan golongan kendaraan secara otomatis. Sensor yang sudah dipasang di tollgate secara otomatis mendeteksi jenis golongan kendaraan.

"Jika sebelumnya penentuan golongan dilakukan secara manual oleh petugas loket, namun Automatic tiketing System ini menentukan golongan kendaraan berdasarkan ukuran kendaraan secara otomatis dengan sensor tiga dimensinya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon