Soal Kerobokan, Tiga Napi Terluka tak Ada yang Kabur
Rabu, 22 Februari 2012 | 13:33 WIB
Tak ada napi provokator yang ditangkap dan diamankan polisi dalam peristiwa ini.
Meskipun ratusan napi di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali sempat mengamuk, beruntung tak ada satupun napi yang kabur.
Situasi berhasil dikendalikan pada Rabu, (22/2), pagi sekitar pukul 09.00.
"Tak ada yang kabur dan hanya ada tiga orang napi yang terluka. Mereka mengalami luka tembak (peluru karet), luka tusuk, dan luka lecet," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, hari ini.
Napi yang menjadi korban itu adalah RE, 21, asal Banyuwangi, Jatim yang mengalami luka tembak pada kaki kanan. Lalu S, 34, asal Jember, Jatim, mengalami luka tusuk di tangan kanan, dan NT, 33, asal Badung, Bali, yang mengalami luka lecet.
"Setelah situasi dapat dikendalikan aparat polisi di lapangan beserta petugas lapas dengan Pemda, kita bisa berhasil melaksanakan dialog. Ada tiga tuntutan mereka," tambah Saud.
Tuntutan itu adalah keadilan dan perlakuan yang sama oleh sipir terhadap semua napi yang ada di lapas. Mereka juga menuntut agar kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) diganti karena dianggap sebagai penyebab timbulnya pertikaian atau kerusuhan karena kebijakannya tidak adil.
"Mereka juga menuntut agar sistem pembinaan di Lapas diperbaiki. Menurut para napi pembinaan di sana sudah tidak relevan sehingga minta diperbaiki," tambah Saud.
Kasus kerusuhan ini kini sedang ditangani oleh Polda Bali dalam rangka memproses para pelaku khususnya yang melakukan pembakaran dan juga provokator.
Meskipun ratusan napi di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali sempat mengamuk, beruntung tak ada satupun napi yang kabur.
Situasi berhasil dikendalikan pada Rabu, (22/2), pagi sekitar pukul 09.00.
"Tak ada yang kabur dan hanya ada tiga orang napi yang terluka. Mereka mengalami luka tembak (peluru karet), luka tusuk, dan luka lecet," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, hari ini.
Napi yang menjadi korban itu adalah RE, 21, asal Banyuwangi, Jatim yang mengalami luka tembak pada kaki kanan. Lalu S, 34, asal Jember, Jatim, mengalami luka tusuk di tangan kanan, dan NT, 33, asal Badung, Bali, yang mengalami luka lecet.
"Setelah situasi dapat dikendalikan aparat polisi di lapangan beserta petugas lapas dengan Pemda, kita bisa berhasil melaksanakan dialog. Ada tiga tuntutan mereka," tambah Saud.
Tuntutan itu adalah keadilan dan perlakuan yang sama oleh sipir terhadap semua napi yang ada di lapas. Mereka juga menuntut agar kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) diganti karena dianggap sebagai penyebab timbulnya pertikaian atau kerusuhan karena kebijakannya tidak adil.
"Mereka juga menuntut agar sistem pembinaan di Lapas diperbaiki. Menurut para napi pembinaan di sana sudah tidak relevan sehingga minta diperbaiki," tambah Saud.
Kasus kerusuhan ini kini sedang ditangani oleh Polda Bali dalam rangka memproses para pelaku khususnya yang melakukan pembakaran dan juga provokator.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




