Pembakaran Kerobokan Dinilai Fenomena Biasa

Rabu, 22 Februari 2012 | 17:17 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite/ Didit Sidarta | Editor: B1
Petugas polisi bersiaga dengan senjata mereka setelah narapidana berusaha membobol pintu penjara ketika terjadi kerusuhan di dalam Lapas Kerobokan, Denpasar. FOTO : Nyoman Budhiana/ANTARA
Petugas polisi bersiaga dengan senjata mereka setelah narapidana berusaha membobol pintu penjara ketika terjadi kerusuhan di dalam Lapas Kerobokan, Denpasar. FOTO : Nyoman Budhiana/ANTARA
“Kericuhan itu sudah menjadi semacam fenomena yang selalu terjadi."

Ketua Komisi III, Benny K.Harman, menilai pembakaran di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, adalah hal yang biasa.

LP merupakan wilayah panas, yang menjadi tempat berbagai transaksi Narkoba, seks, dan praktek jual beli kewenangan.

“Kericuhan itu sudah menjadi semacam fenomena yang selalu terjadi. Komisi III meminta menteri hukum dan hak asasi manusia (HAM) untuk lakukan pembenahan,” kata Benny di depan ruang Komisi III, hari ini.

Pembenahan diyakini politikus Demokrat tersebut sudah mulai dilakukan namun memang dalam prosesnya, masalah-masalah tak serta merta cepat dihilangkan.
 
“Saya rasa menteri hukum dan HAM yang baru sedang menyiapkan langkah-langkah melakukan pembenahan di Lapas,” lanjut Benny.
 
Semalam terjadi kerusuhan di LP Kerobokan Bali yang dipicu oleh para narapidana dalam LP yang sudah kelebihan kapasitas tersebut.
 
Benny menilai dari cctv, kementerian bisa mengecek akar masalah kerusuhan dan pembakaran di LP Kerobokan.

Masalah Lapas tak hanya soal narapidana maupun pembangunan fisik, juga mengenai administrasi dan kesiapan sumber daya manusia yang mengurus Lapas-lapas tersebut.
 
“Masalah lapas bukan hanya masalah gedung,” kata Benny.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon