Terdampak Faktor Alam, Jumlah Wisatawan Mancanegara Naik Tipis di 2015
Selasa, 5 Januari 2016 | 08:19 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melalui berita resmi statistik yang dibuat pada Senin (4/1) mengungkapkan adanya kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari November 2014 (764,5 ribu kunjungan) hingga November 2015 (777,5 ribu kunjungan) sebesar 1,7%.
Kenaikan yang tidak signifikan ini tidak lepas dari sejumlah faktor alam seperti gunung meletus, dan kabut asap akibat terbakarnya lahan gambut. Ini juga dibarengi dengan meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang, meski waktu kunjungan berkurang.
Kepala BPS, Suryamin, mengatakan meski terjadi peningkatan secara year on year (yoy) sebesar 1,7% selama satu tahun terakhir, namun dari Oktober 2015 hingga November 2015 terjadi penurunan wisman sebesar -5,85% atau sebesar (48,3 ribu kunjungan).
"Penurunan itu terutama terjadi karena faktor alam, seperti meletusnya anak Gunung Rinjadi (NTB) sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisman terutama dari Bandara Ngurah Rai (Bali)," ujar Suryamin, Senin (4/1) di Kantor BPS, Jakarta Pusat.
Penurunan jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai Bali terpantau turun cukup signifikan mencapai -10,78% dari 293,9 ribu kunjungan di November 2014 menjadi 262,2 ribu kunjungan di November 2015. Bahkan bila dibandingkan pada bulan Oktober 2015 penurunan wisman mencapai 28,51%.
"Kunjungan wisman juga mengalami peningkatan mencapai 8,79 juta kunjungan atau naik 3,23% dibandingkan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2014 yakni sebesar 8,52 juta kunjungan melalui 19 pintu masuk bandara yang tersebar di seluruh Indonesia," tambahnya.
Wisatawan mancanegara yang paling banyak mendatangi wilayah Indonesia, yakni Malaysia dengan presentase sebesar 16,97%, Singapura sebesar 16,95%, Tiongkok sebesar 11,10%, Australia sebesar 8,01%, dan Jepang sebesar 5,37%.
"Potensi wisman untuk meningkat masih ada di tahun 2016, hal tersebut dapat tercapai bila diimbangi dengan kondisi geografis dan alam yang bersahabat maupun promosi yang dilakukan pemerintah," lanjut Suryamin.
Sedangkan untuk tingkat hunian kamar hotel berbintang, November 2015 tercatat kenaikan 56,08% atau 1,63 poin dibanding tahun lalu sebesar 54,45% dengan kenaikan paling besar di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 21,25 poin dan paling rendah di Lampung sebesar -7,45%.
Sementara itu, untuk rata-rata lama menginap tamu asing sebaliknya mengalami penurunan cukup besar yakni sebesar 1,75 hari pada November 2015, atau berkurang 0,21 hari dari November 2014 lalu yang tercatat ada di angka 1,96 hari
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




